Kinerja positif turut ditunjukkan dari aspek penemuan sumber daya. Subholding Upstream berhasil mencatatkan penemuan sumber daya 2C sebesar 870 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontributor utama pertumbuhan ini berasal dari temuan besar di wilayah kerja Rokan, termasuk potensi migas non-konvensional di area Aman Trough K7A dan K7B, serta penambahan cadangan P1 sebesar 149 juta barel setara minyak.
"Keberhasilan ini menunjukkan arah yang positif bagi keberlanjutan produksi migas Indonesia ke depan, yang mendukung tercapainya target ketahanan dan kemandirian energi nasional," pungkas Hermansyah.
Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menambahkan bahwa Pertamina optimistis dapat menjaga ketahanan energi seiring pertumbuhan bisnis hulu migas. Subholding Upstream, menurutnya, akan terus fokus pada peningkatan produksi yang diimbangi dengan upaya penemuan sumber daya dan cadangan baru.
"Pertamina mendukung upaya seluruh anak usaha sektor hulu untuk meningkatkan kinerjanya, agar terus dapat berkontribusi bagi bangsa dan negara," kata Baron menutup pernyataannya.
Artikel Terkait
DJP Siap Eksekusi 200 Penunggak Pajak Kakap, Rp13,1 Triliun Telah Disetor
Liburan Tanpa Ribet: Mister Aladin dan Kredivo Bikin Jalan-Jalan Bisa Dicicil
APBN 2025 Cetak Kelebihan Dana, SiLPA Tembus Rp48,9 Triliun
Defisit APBN 2025 Melonjak, Menkeu: Ini Langkah Sengaja untuk Jaga Ekonomi