Kontroversi Kereta Cepat Whoosh: Utang Rp2 Triliun Per Tahun dan Isu Mark Up
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menyatakan bahwa polemik seputar proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) bukanlah hal baru. Menurut analisanya, proyek warisan pemerintahan Joko Widodo ini sejak awal telah diwarnai berbagai masalah, mulai dari persoalan pembiayaan hingga isu mark up anggaran.
"Proyek kereta cepat warisan Jokowi memang sudah menjadi kontroversi sejak awal," ujar Adi Prayitno dalam sebuah pernyataan yang disiarkan melalui kanal YouTube miliknya, Selasa, 28 Oktober 2025.
Beban Utang Kereta Cepat Whoosh yang Belum Tertutupi
Adi Prayitno membeberkan fakta bahwa meskipun jumlah penumpang Whoosh terus menunjukkan peningkatan dan telah mencapai angka jutaan penumpang, dari sisi ekonomi proyek ini dinilai belum mampu menutupi beban utang yang harus ditanggung oleh negara.
"Pendapatan dari penjualan tiket belum bisa menutupi utang, terutama utang yang dimiliki bangsa ini terkait Whoosh yang mencapai Rp2 triliun per tahun," tegasnya dengan lugas.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir