Serakahnomics: Penjajahan Gaya Baru yang Harus Dilawan Menurut Agus Jabo
Ketua Umum Partai Rakyat Adil dan Makmur (PRIMA), Agus Jabo Priyono, secara tegas menyerukan perlawanan terhadap sistem ekonomi rakus yang ia sebut sebagai Serakahnomics. Pidato penting ini disampaikannya dalam acara peluncuran Kepengurusan Eksekutif Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) di Jakarta.
Agus Jabo menyatakan kekagumannya pada semangat ideologis kader LMND, yang ia nilai mampu melanjutkan cita-cita pendiri bangsa. Ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa ini akan menjadi pilar utama PRIMA dalam memperjuangkan keadilan sosial dan kemandirian nasional.
Bahaya Memutus Hubungan dengan Leluhur Bangsa
Dalam paparannya, Agus Jabo mengingatkan pentingnya menjaga hubungan spiritual dan ideologis dengan leluhur. Menurutnya, memutus generasi muda dari akar sejarah dan nilai perjuangan adalah taktik penjajahan Barat. Dari leluhur, bangsa Indonesia mewarisi keberanian, kemandirian, dan martabat.
Serakahnomics, Kolonialisme Modern yang Merampas Kekayaan
Agus Jabo menilai penjajahan ekonomi saat ini merupakan bentuk baru kolonialisme. Jika dulu penjajah datang dengan senjata, kini mereka datang membawa modal dan utang, namun dengan hakikat yang sama: merampas kekayaan bangsa.
Istilah Serakahnomics menggambarkan sistem ekonomi rakus yang berakar sejak masa VOC. Setelah kemerdekaan, sistem ini hanya berganti rupa dengan semangat kerakusan yang tetap sama.
Tiga Kekuatan Besar Serakahnomics
Menurut Agus Jabo, Serakahnomics saat ini menjelma dalam tiga kekuatan besar:
- Imperialisme asing
- Oligarki keluarga kaya
- Birokrasi korup
Ia mengungkapkan fakta mencengangkan dimana 56 juta hektar tanah bersertifikat hanya dikuasai oleh 60 keluarga. Ini bukan sekadar ketimpangan, melainkan kejahatan ekonomi terhadap rakyat.
Langkah Strategis Melawan Serakahnomics
Agus Jabo mendukung langkah Presiden Prabowo Subianto untuk mengaudit dan mengambil kembali tanah yang dikuasai segelintir pihak. Cara paling efektif melawan Serakahnomics adalah dengan kembali pada ajaran Trisakti Bung Karno: berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Ia menegaskan bahwa Pasal 33 UUD 1945 adalah hantu bagi kaum Serakahnomics karena menolak kapitalisme, liberalisme, dan imperialisme.
Seruan untuk Generasi Muda
Agus Jabo menyerukan agar mahasiswa dan kaum muda berani terlibat dalam perjuangan politik melalui partai politik. Menutup pidatonya, ia mengajak generasi muda bersatu dan berjuang mengusir Serakahnomics dari bumi pertiwi untuk membangun Indonesia yang berdikari, adil, dan makmur.
Sumber: https://rmol.id/amp/2025/10/12/682920/serakahnomics-ibarat-penjajahan-gaya-baru-yang-harus-dilawan-
Artikel Terkait
Dudung Bantah Terlibat Susun Pidato Prabowo yang Dikritik Habib Rizieq
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo