Sudirman menambahkan bahwa pengorbanan para pejuang harus dihormati dengan usaha konkret untuk memajukan dan menyejahterakan seluruh rakyat Indonesia tanpa kecuali.
"Dalam melangkah, kita perlu meresapi amanat dan nilai-nilai luhur kemerdekaan seperti yang tercermin dalam Sumpah Pemuda, rumusan UUD 1945, Proklamasi, Pancasila, hingga Lagu Kebangsaan Indonesia Raya," tambah Sudirman Said.
Sudirman menegaskan bahwa etika kepemimpinan seorang presiden harus mengikuti amanat dan nilai luhur kemerdekaan.
Ia menyoroti bahwa presiden tidak boleh bertindak demi kepentingan pribadi, kelompok kecil, atau keluarganya sendiri.
"Pemimpin harus mendahulukan kepentingan bangsa di atas segalanya, terlebih lagi dari kepentingan keluarga atau kelompok kecil," ujar Sudirman Said.
Executive Co-Captain Timnas AMIN juga mengingatkan akan "cacat" kepemimpinan Jokowi di ujung masa jabatannya.
Salah satunya adalah terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) di bawah kepemimpinan Anwar Usman, adik ipar Jokowi, yang membuka jalan bagi Gibran Rakabuming Raka, putra Jokowi, untuk berpartisipasi dalam Pilpres 2024 sebagai calon wakil presiden.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: swaramuda.com
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah