Namun begitu, di balik layar, ceritanya bisa berbeda. Membesarkan PSI mungkin cuma target awal belaka.
“Target sesungguhnya untuk memapankan Kaesang di PSI dan memastikan Gibran tetap menjadi wapres pada 2029 serta mengantarkan Gibran menjadi presiden pada 2034,” tegas Jamiluddin.
Dengan kata lain, PSI dinilai hanya dijadikan kendaraan politik. Sebuah alat untuk memperkuat posisi keluarga.
Kalau skenario ini berjalan mulus, konsekuensinya jelas. Dinasti politik Jokowi akan semakin kokoh, bahkan bersinar terang di panggung nasional. Sebuah gambaran yang bagi sebagian orang terasa mengkhawatirkan, namun bagi yang lain mungkin hanya sebuah skenario biasa dalam dunia politik yang penyal manuver.
“Janji kerja mati-matian Jokowi untuk membesarkan PSI bisa jadi hanya untuk memperkuat posisi kedua anaknya,” pungkasnya. Titik.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir