Televisi Iran pada Jumat lalu menyiarkan sebuah pernyataan keras. Isinya dibacakan tanpa kehadiran sang pembuat pesan, Mojtaba Khamenei. Pemimpin tertinggi Iran itu mengklaim musuh-musuh negaranya terutama Amerika Serikat dan Israel telah mengalami kekalahan.
Pesan tertulis itu dirilis menyambut Nowruz, atau Tahun Baru Persia. Menurutnya, keteguhan hati rakyat Iran-lah yang jadi kunci. “Rakyat Iran telah memberikan pukulan telak kepadanya sehingga ia sekarang mulai mengucapkan kata-kata yang kontradiktif dan omong kosong,” begitu bunyi kutipan pesannya yang dilaporkan AFP.
Mojtaba menekankan, persatuan di tengah perbedaan justru jadi senjata ampuh. Dia melihatnya sebagai kekuatan yang mematikan bagi lawan.
“Saat ini, karena persatuan khusus yang telah tercipta di antara kalian, saudara-saudara sebangsa kami terlepas dari semua perbedaan asal-usul agama, intelektual, budaya, dan politik musuh telah dikalahkan,” tegasnya.
Dia juga menyentuh serangan gabungan AS dan Israel yang terjadi sebelumnya. Menurut laporan Al Jazeera, Mojtaba menyebut kedua negara itu keliru jika mengira bisa menguasai Iran, apalagi usai menewaskan sejumlah petinggi di sana. Justru sebaliknya yang terjadi.
“Khayalan bahwa jika puncak rezim dan tokoh-tokoh militer berpengaruh tertentu mencapai kemartiran, itu akan menanamkan rasa takut... mimpi untuk mendominasi Iran dan kemudian memecah belahnya akan terwujud,” ujarnya.
Namun begitu, kenyataannya jauh dari harapan mereka. “Telah muncul keretakan di pihak musuh,” tambah Mojtaba dengan nada percaya diri.
Sejak ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara, sosok Mojtaba memang tak terlihat publik. Dia hanya berkomunikasi lewat pesan tertulis. Ketidakhadirannya ini justru menimbulkan banyak tanda tanya, meski pesan-pesannya terus mengalir penuh keyakinan.
Artikel Terkait
Arsenal Pastikan Tiket Final Liga Champions Usai Taklukkan Atletico Madrid 1-0
Pegawai Toko Roti Hari Pertama Kerja Tewas Dibacok di Cengkareng, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam
KSP Dudung Kecam Pernyataan Habib Rizieq: Ulama Harusnya Menyejukkan, Bukan Memprovokasi
Penyakit Kulit Mewabah di Kamp Pengungsian Gaza, PBB Peringatkan Krisis Kesehatan Baru