Di sisi lain, ada aturan main yang harus dipegang teguh. Undang-Undang Keuangan Negara dengan jelas membatasi defisit APBN maksimal 3 persen dari PDB. Karena itu, keseimbangan antara pemasukan dan pengeluaran negara harus diawasi ketat, bagai meniti tali.
Namun begitu, Purbaya menyampaikan kabar yang cukup menenangkan. Hingga saat ini, tidak ada pengeluaran besar yang muncul tiba-tiba dan mengancam kestabilan. Sementara dari sisi penerimaan, aliran dana masih berjalan sesuai proyeksi yang telah dibuat.
"Sampai sekarang nggak ada pengeluaran yang besar tiba-tiba," tegasnya.
Meski demikian, ia memperkirakan defisit APBN 2025 akan sedikit melebar. Angkanya diproyeksikan berada di kisaran 2,7 hingga 2,8 persen terhadap PDB. Masih dalam koridor aman, sih, tapi tetap butuh kewaspadaan penuh.
Pemerintah, jelas Purbaya, akan terus memantau kinerja APBN hingga keran kas resmi ditutup pukul 24.00 WIB nanti. Semua angka akhir dan realisasi lengkapnya rencananya baru akan diumumkan ke publik minggu depan.
"Realisasi APBN 2025 rencananya akan disampaikan dalam konferensi pers minggu depan," pungkasnya, menutup pembahasan.
Artikel Terkait
Iwakum Desak Polisi Usut Tuntas Teror Beruntun kepada Aktivis dan Konten Kreator
Mahfud MD Ungkap Kerinduan Publik pada Polisi yang Jadi Legenda
Demokrat Buka Suara Soal SBY yang Dituding Dalang Isu Ijazah Jokowi
Roy Suryo Soroti Sindiran Tajam Slank di Lagu Republik Fufufafa