MURIANETWORK.COM - Banjir bandang yang menerjang Sumatera bukan sekadar bencana alam biasa. Ada tangan-tangan yang diduga ikut bermain. Itulah mengapa desakan keras kini mengalir deras, menuntut pemerintah dan aparat untuk segera membongkar dan menangkap korporasi pembalakan liar yang disebut-sebut sebagai biang kerok di balik tragedi itu.
M. Jamiluddin Ritonga, seorang pengamat komunikasi politik dari Universitas Esa Unggul, menyuarakan hal yang sama. Menurutnya, kecepatan bertindak adalah kunci.
"Aparat hukum seyogyanya cepat bergerak agar segera diketahui korporasi pembalakan liar di Indonesia, khususnya di Sumatera," ujar Jamiluddin kepada RMOL, Sabtu lalu.
Ia tak main-main. Jamiluddin menegaskan, aparat seharusnya sudah punya pijakan kuat untuk bertindak tegas. Presiden Prabowo Subianto sendiri sudah mengingatkan agar penebangan pohon secara sembarangan dihentikan.
"Penebang pohon sembarangan itu kiranya juga berlaku pada korporasi pembalakan liar. Korporasi semacam ini sudah tentu menebang pohon sembarangan," tegasnya.
Artikel Terkait
Kepemimpinan PBNU Kembali ke Gus Yahya, Muktamar 35 Dijadwalkan 2026
Kontroversi Video Rektor UGM: Tahun Kelulusan Jokowi Berubah dalam Dua Versi
TPUA Soroti Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis: Karakter Pengkhianat hingga Tudingan Layani Jokowi
Desakan Organisasi Pemuda: Erick Thohir Dinilai Gagal, Minta Kemenpora Dipisah