Sudah setahun berlalu sejak Prabowo Subianto dilantik menjadi Presiden. Perjalanannya? Menarik untuk disimak. Pengamat intelijen Sri Radjasa Chandra baru-baru ini angkat bicara, menyoroti bahwa pemerintahan saat ini, nyatanya, masih terbebani oleh warisan era Jokowi.
"Kita lihat satu tahun perjalanan Prabowo ini, yang paling mencolok, Prabowo masih dibebani oleh legacy Jokowi,"
ujar Sri Radjasa dalam Ten Ten Podcast, Sabtu lalu.
Pendapat serupa datang dari Rocky Gerung. Pengamat politik ini melihat ada beban psikologis yang nyata. Pilihannya cuma dua: terus menengok ke belakang, atau maju ke depan. Dan bagi seorang pemimpin, pilihan semacam itu berat.
Terutama untuk Prabowo.
"Apalagi seorang pemimpin seperti Pak Prabowo yang sudah menjanjikan bahwa dia akan pro rakyat, kebijakan dia itu akan menghasilkan kesejahteraan, demokrasi akan dijadikan alat utama untuk menghasilkan peradilan,"
kata Rocky.
Janji-janji besarnya itu sendiri, lanjutnya, justru jadi beban. "Ekonomi harus dituntun berdasarkan prinsip kerakyatan, Sumitronnomics bahkan. Itu yang sebetulnya menjadi beban." Persoalan ini, menurutnya, harus segera diurai. Kalau tidak, bakal makin runyam.
Rocky bahkan punya analogi yang cukup tajam. Ia merasa Prabowo seolah-olah membawa 'tong sampah' berisi rezim sebelumnya di punggungnya. Memang, ada kesopanan yang ditunjukkan Prabowo kepada pendahulunya. Itu hal yang bagus, watak keprajuritan.
Artikel Terkait
Keluarga Maruf Amin Bantah Klaim Restu untuk Zulfa Mustofa
Mahfud MD Soroti Protes Pascabencana: Pemecatan Bukan Solusi, Tapi Kinerja Pemerintah Patut Dikritik
Klaim 93% Listrik Aceh Menyala Dibantah: Faktanya Masih Gelap Gulita
AI UGM Sebut Jokowi Tak Lulus, Kampus Buru-buru Meluruskan