Sudah setahun berlalu sejak Prabowo Subianto dilantik menjadi Presiden. Perjalanannya? Menarik untuk disimak. Pengamat intelijen Sri Radjasa Chandra baru-baru ini angkat bicara, menyoroti bahwa pemerintahan saat ini, nyatanya, masih terbebani oleh warisan era Jokowi.
"Kita lihat satu tahun perjalanan Prabowo ini, yang paling mencolok, Prabowo masih dibebani oleh legacy Jokowi,"
ujar Sri Radjasa dalam Ten Ten Podcast, Sabtu lalu.
Pendapat serupa datang dari Rocky Gerung. Pengamat politik ini melihat ada beban psikologis yang nyata. Pilihannya cuma dua: terus menengok ke belakang, atau maju ke depan. Dan bagi seorang pemimpin, pilihan semacam itu berat.
Terutama untuk Prabowo.
"Apalagi seorang pemimpin seperti Pak Prabowo yang sudah menjanjikan bahwa dia akan pro rakyat, kebijakan dia itu akan menghasilkan kesejahteraan, demokrasi akan dijadikan alat utama untuk menghasilkan peradilan,"
kata Rocky.
Janji-janji besarnya itu sendiri, lanjutnya, justru jadi beban. "Ekonomi harus dituntun berdasarkan prinsip kerakyatan, Sumitronnomics bahkan. Itu yang sebetulnya menjadi beban." Persoalan ini, menurutnya, harus segera diurai. Kalau tidak, bakal makin runyam.
Rocky bahkan punya analogi yang cukup tajam. Ia merasa Prabowo seolah-olah membawa 'tong sampah' berisi rezim sebelumnya di punggungnya. Memang, ada kesopanan yang ditunjukkan Prabowo kepada pendahulunya. Itu hal yang bagus, watak keprajuritan.
"Pasti Pak Prabowo punya kesopansantunan politik pada seseorang yang dianggap pernah jadi pemimpin Indonesia dan itu watak keprajuritan yang bagus,"
imbuhnya.
Tapi publik punya kekhawatiran lain. "Tetapi, publik menganggap bahwa kalau terlalu sopan, nanti keenakan yang disopani kan, masalahnya itu."
Namun begitu, Rocky yakin Prabowo punya strategi. Latar belakang militernya membuatnya terlatih menunggu momen yang tepat. Orang-orang pun masih menanti, melihat apa yang akan diperbuatnya, baik di dalam negeri yang penuh tantangan, maupun di kancah global.
Nah, soal panggung dunia ini, Rocky memberi catatan positif. Di sisi lain, ia mengakui Prabowo berhasil membawa Indonesia kembali 'terlihat'. Kehadirannya di berbagai forum internasional, termasuk PBB, cukup mengesankan.
"Harus kita ucapkan secara jujur bahwa Presiden Prabowo berhasil menyelamatkan imej buruk Indonesia di dalam politik internasional dengan kehadiran beliau di berbagai forum,"
paparnya.
Ia melanjutkan, "Ini jadi pengingat bahwa setelah Bung Karno, setelah Pak Harto, akhirnya Prabowo memunculkan kembali ingatan publik bahwa Indonesia pernah menjadi global player yang dihitung secara ideologis, secara ekonomi, bahkan secara pertahanan."
Jadi, dalam setahun ini, narasinya memang berlapis. Ada beban warisan yang masih melekat, tapi ada juga langkah diplomasi yang mendapat sorotan. Semuanya masih berproses. Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Terima Laporan Strategis dari Wakil Ketua DPR Usai Kunjungan ke Rusia dan Prancis
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT