Di Grup Djarum, Victor punya peran sentral. Di bawah kendalinya, bisnis keluarga tak cuma bertahan di rokok, tapi merambah ke sektor lain. Dia terlibat dalam kepemilikan saham besar di Bank Central Asia (BCA), juga investasi di berbagai startup teknologi. Diversifikasi itu menunjukkan visinya yang jauh ke depan.
Selama ini, kariernya relatif bersih dari masalah hukum. Tapi kali ini beda. Langkah Kejaksaan Agung ini langsung bikin gempar. Meski detail perkara masih simpang-siur, isu pajak yang disorot berpotensi melibatkan angka yang tak main-main.
Jadi, untuk sementara, Victor harus tinggal di tanah air. Proses hukum masih berjalan, dan publik menunggu kejelasan lebih lanjut dari pihak berwenang. Kejaksaan Agung sendiri belum memberikan pernyataan resmi lebih detail soal status Victor atau tahap penyidikan selanjutnya.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir