Menteri Keuangan Purbaya Dinilai Mulai Mengusik Kenyamanan Oligarki
Langkah-langkah Menteri Keuangan Purbaya disebut telah melampaui sekadar penataan anggaran. Menurut pengamat politik, kebijakannya kini mulai menyentuh akar kepentingan elite yang lama menikmati hak istimewa dalam sistem yang korup.
Gde Siriana Yusuf, seorang pengamat politik, menyatakan bahwa kebijakan fiskal yang digulirkan Purbaya sarat dengan muatan politik. Hal ini terjadi karena kebijakan tersebut mengganggu kepentingan dari sebuah sistem yang telah berjalan lama dan korup.
Siriana menjelaskan lebih lanjut bahwa struktur kekuasaan selama ini didukung oleh oligarki hibrida. Sistem ini merupakan gabungan dari modal birokrasi, partai politik, dan aparat, khususnya kepolisian. Struktur inilah yang menciptakan zona nyaman bagi para elite.
Budaya korupsi yang sudah mengakar dan meluas menjadi fondasi dari kenyamanan tersebut. Oleh karena itu, agenda efisiensi fiskal dan penertiban anggaran yang diusung Purbaya secara otomatis mengenai jantung kepentingan para elite di berbagai lini kekuasaan.
Tidak berhenti pada pembenahan internal Kementerian Keuangan, langkah Purbaya juga menyoroti proyek-proyek strategis seperti kereta cepat Whoosh. Bahkan, ia terlibat dalam polemik dengan sejumlah tokoh politik ternama.
Dinamika ini pada akhirnya menguji loyalitas ganda yang dihadapi oleh Presiden Prabowo. Purbaya sendiri menegaskan bahwa semua tindakannya merupakan perintah langsung dari presiden, yang pada gilirannya menguji kesetiaan para anggota kabinet, lembaga, hingga level daerah.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir