Budaya korupsi yang sudah mengakar dan meluas menjadi fondasi dari kenyamanan tersebut. Oleh karena itu, agenda efisiensi fiskal dan penertiban anggaran yang diusung Purbaya secara otomatis mengenai jantung kepentingan para elite di berbagai lini kekuasaan.
Tidak berhenti pada pembenahan internal Kementerian Keuangan, langkah Purbaya juga menyoroti proyek-proyek strategis seperti kereta cepat Whoosh. Bahkan, ia terlibat dalam polemik dengan sejumlah tokoh politik ternama.
Dinamika ini pada akhirnya menguji loyalitas ganda yang dihadapi oleh Presiden Prabowo. Purbaya sendiri menegaskan bahwa semua tindakannya merupakan perintah langsung dari presiden, yang pada gilirannya menguji kesetiaan para anggota kabinet, lembaga, hingga level daerah.
Artikel Terkait
Prabowo: Menteri Turun ke Bencana, Datang atau Tidak Selalu Disalahkan
Catatan Absensi Anwar Usman di MK Kembali Jadi Sorotan
Wajah Kejaksaan Tercoreng Arang, Terpidana Kasus JK Kabur Lagi
Pilkada Campuran: Solusi atau Sekadar Memindahkan Arena Transaksi?