Analisis Posisi Politik Budi Arie Setiadi dan Projo di Panggung Nasional
Pengamat politik Adi Prayitno memberikan analisis mendalam mengenai situasi yang dihadapi oleh Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Menurutnya, posisi Budi Arie saat ini berada dalam kondisi yang sulit. Hal ini terlihat dari upayanya untuk merapat ke beberapa partai politik yang tampaknya tidak mendapatkan respons yang diharapkan.
Adi Prayitno menyampaikan bahwa situasi ini mengindikasikan tidak adanya partai politik yang benar-benar berminat untuk merekrut Budi Arie. Pernyataan ini disampaikannya melalui kanal YouTube pribadinya pada Minggu, 26 November 2025. Fakta ini menjadi sorotan menarik, mengingat selama ini Projo sering mengklaim memiliki kekuatan relawan yang signifikan.
Analisis ini mengungkap sebuah ironi. Di satu sisi, Projo dan jejaring relawannya diklaim sebagai kekuatan politik. Namun di sisi lain, upaya untuk bergabung dengan partai-partai mapan justru menemui jalan buntu. Adi Prayitno menegaskan bahwa Budi Arie beserta barisan relawannya tampaknya tidak berhasil menarik minat partai manapun untuk mengajaknya bergabung.
Lebih lanjut, Adi melihat adanya paradoks dalam narasi kekuatan Projo. Organisasi relawan ini sering disebut sebagai salah satu pilar yang mendukung kemenangan Joko Widodo dalam dua periode pilpres. Projo juga menyatakan perannya dalam mendukung kemenangan Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, bahkan telah menyiapkan dukungan untuk periode kedua Prabowo di 2029.
Namun, klaim kekuatan ini seolah tidak sejalan dengan realitas di lapangan. Adi Prayitno menyoroti kabar bahwa Budi Arie ditolak oleh Partai Gerindra dan juga tidak diterima oleh PSI. Menurutnya, fakta ini semakin menegaskan posisi Projo dan Budi Arie di peta politik nasional.
Kesimpulan dari analisis ini adalah klaim kehebatan Projo mungkin hanya memiliki daya tarik secara internal. Ketika diuji di hadapan partai-partai politik yang telah mapan, daya tarik tersebut ternyata tidak cukup kuat. Pernyataan Adi Prayitno ini menjadi bahan evaluasi mengenai pengaruh riil organisasi relawan dalam struktur politik praktis di Indonesia.
Artikel Terkait
Anggota DPR Desak Percepat Regulasi PPPK untuk 630 Ribu Guru Madrasah
Koordinator KKN UGM 1985 Klaim Tak Kenal Joko Widodo
Rocky Gerung Soroti Rp17 Triliun untuk Dewan Perdamaian Trump: Harga Sebuah Buku dan Nyawa Anak di NTT
Himpunan Mahasiswa Al Washliyah Desak Prabowo Tindak Tegas Erick Thohir