Kerumunan itu sudah terlihat sejak pagi di depan Planetarium Jakarta. Setelah sekian lama tutup, tempat ikonik di Taman Ismail Marzuki itu akhirnya dibuka lagi untuk umum hari ini, dengan target operasional penuh di awal 2026. Tapi euforia pembukaan sepertinya langsung diuji oleh antrean panjang yang maaf berantakan.
Menjelang siang, sekitar pukul satu lewat, antrean untuk tiket masuk langsung atau on the spot masih mengular. Dari loket, barisan manusia memanjang hingga jauh ke area plang penunjuk arah. Mereka berebut kesempatan menonton pertunjukan jam dua siang.
Suasana jadi makin panas. Beberapa petugas keamanan berusaha menertibkan keadaan, tapi tampaknya kewalahan. Banyak yang mengantre dari pagi mulai geram, sementara pendatang baru seenaknya menyelak. Kekacauan kecil pun tak terhindarkan.
Di tengah kerumunan, ada Tyas (37) yang terlihat lelah. Dia datang bersama anaknya sejak pukul tujuh pagi, berharap bisa masuk. Hasilnya? Nihil.
"Udah ngantri tapi nggak adil karena antreannya udah nggak bener," keluhnya. Suaranya terdengar kesal.
"Dari awal, manajemennya udah nggak jelas. Dia ngasih on the spot tapi antreannya nggak teratur."
Menurut Tyas, seharusnya ada sistem yang jelas bagi yang datang lebih dulu. "Harusnya kan kalau memang kita udah datang dari pagi oke kita dapat di antrean kedua, atau show yang ketiga, keempat lah. Jadi ada kepastian, ini nggak. Jadi kalau kita udah nggak dapet show pertama, kita harus ngantre (ulang) lagi show kedua ketiga," tambahnya.
Pemandangan hari ini jelas mengecewakan bagi banyak orang. Pembukaan kembali Planetarium memang jadi kabar gembira, tapi antusiasme warga langsung dibayangi masalah klasik: tiket dan antrean. Harapannya sih, ke depannya bisa lebih tertata. Biar yang datang pulang dengan senyum, bukan omelan.
Artikel Terkait
Dirut Vale Indonesia Soroti Pengelolaan Tambang yang Bertanggung Jawab di Tengah Gejolak Nikel
Gubernur Banten Terbitkan Instruksi Khusus untuk Galakkan Gerakan Banten Bersih
Banjir Daan Mogot Mogokkan Motor, Polisi Turun Tangan Beri Bantuan Darurat
Kadis Kesehatan Batu Bara Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana BTT Rp1,15 Miliar