Usulan Kontroversial dari Senayan: Pemilu 10 Tahun Sekali untuk Lunasi Utang Kampanye
Geliat pembahasan di Badan Legislasi DPR RI kali ini memunculkan usulan yang cukup mengejutkan. Muslim Ayub, anggota DPR dari Fraksi NasDem daerah pemilihan Aceh, punya gagasan yang jauh dari biasa: mengubah periode pemilu dari lima tahun sekali menjadi sepuluh tahun sekali. Alasan di balik usulannya ini, menurutnya, sangat sederhana: biaya politik yang membebani.
Dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang digelar Baleg DPR, Muslim Ayub menyampaikan pemikirannya itu. Rapat yang juga dihadiri perwakilan dari Perludem, Komnas Perempuan, dan PSHK itu jadi saksi usulan yang bisa dibilang radikal ini. Pernyataannya bahkan terekam dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube resmi Baleg DPR.
Inti keluhannya adalah siklus pemilu yang dinilai terlalu pendek. Menurut politisi berusia 57 tahun itu, periode lima tahun terasa sangat singkat. Terlalu singkat, katanya, untuk bisa mengembalikan modal besar yang sudah dikeluarkan selama masa kampanye.
"Saya berharap, apa salahnya barangkali pemilu ini 10 tahun sekali, ya kan?" ujar Muslim.
Dia melanjutkan dengan nada yang cukup gamblang, "Karena untuk 5 tahun ini, pimpinan, kita ini 2025, 2026 itu udah dekat, 2027 udah mulai (persiapan) pemilu lagi."
Artikel Terkait
Proyek Perbaikan Jalan Aroepala Makassar Picu Kemacetan, Diklaim Bukan Sekadar Tambal Sulam
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 per Gram pada Perdagangan Kamis
Jadwal Musda Golkar Sulsel Tunggu Kepastian dari Pusat
Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar