Rabu lalu, tepat di penghujung tahun, suasana di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia 1 di Jakarta Timur terasa berbeda. Ada kehangatan yang datang dari tamu-tamu tak biasa: personel Direktorat Intelijen Keamanan Polda Metro Jaya. Mereka hadir bukan untuk urusan dinas yang serius, melainkan membawa bantuan sembako dan senyuman. Rupanya, ini adalah salah satu cara mereka memperingati Hari Lahir Intelijen Polri yang ke-80.
Kombes Pol Miko Indrayana menjelaskan alasan di balik kegiatan ini. Menurutnya, momentum ulang tahun yang spesial harus diisi dengan hal yang punya manfaat nyata.
"Daripada sekadar seremoni, kami memilih untuk langsung turun. Memberi perhatian ke para lansia di panti jadi prioritas kami," ujar Miko dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Di lokasi, para personel tak cuma menyerahkan bantuan kebutuhan pokok. Mereka juga menyempatkan diri ngobrol dan berinteraksi dengan para penghuni. Suasana kekeluargaan pun tercipta, mencairkan kesan kaku yang mungkin melekat pada institusi intelijen.
Namun begitu, kunjungan ke panti jompo bukan satu-satunya agenda hari itu. Rangkaian kegiatan sosial ini juga menjangkau Panti Asuhan Anak Balita Tunas Bangsa, yang letaknya masih di wilayah Jakarta Timur. Tampaknya, ada semangat untuk berbagi ke berbagai kelompok yang rentan.
Di sisi lain, kepedulian juga ditunjukkan dengan cara yang lebih personal. Beberapa perwakilan melakukan anjangsana ke kediaman AKBP Tuti Wahyuni Roro, seorang anggota yang sedang berjuang menjalani perawatan pasca-stroke. Kunjungan ini seperti pengingat bahwa semangat kebersamaan juga berlaku untuk keluarga internal.
Nah, puncak perayaannya sendiri baru akan digelar Senin depan, tanggal 5 Januari 2026. Rencananya, Ditintelkam Polda Metro Jaya akan ikut syukuran virtual bareng Baintelkam Polri pusat. Acara kemudian dilanjutkan secara offline di Aula lantai 17 gedung mereka, lengkap dengan doa bersama, syukuran, dan tentu saja, pemotongan tumpeng. Sebuah perpaduan antara kesederhanaan dan syukur, yang mencoba mengubah narasi tugas intelijen menjadi sesuatu yang lebih manusiawi dan dekat dengan masyarakat.
Artikel Terkait
Banjir Rendam Enam Desa di Bima Akibat Hujan Dua Hari Berturut-turut
Warga Bener Meriah Tewas Diduga Diinjak Gajah Sumatra di Kebun Jagung
Formasi Desak Relaksasi Regulasi dan Penindakan Rokok Ilegal untuk Dongkrak Penerimaan Negara
Gerindra Sumut Bagikan 1.000 Takjil dan Nasi Kotak Gratis Setiap Hari Ramadan