Jakarta dan sekitarnya lagi-lagi diguyur hujan deras. Bagi para pengemudi, ini saatnya ekstra waspada. Visibilitas langsung berkurang drastis, dan di sinilah peran "wiper" jadi penentu keselamatan. Tanpa sapuan yang bersih, pandangan ke depan bisa buyar dan berbahaya.
Sayangnya, menurut Endy, Service Advisor di Suzuki Buana Trada Pulogadung, komponen kecil ini sering banget terlewat dari perhatian pemilik mobil. Padahal, menurutnya, kalau air hujan mulai nggak tersapu sempurna dan meninggalkan jejak, itu sudah alarm pertama. Bisa jadi tanda karet "wiper"-nya udah harus diganti.
"Beberapa indikasi sih yang bikin air nggak terusap habis. Pertama, coba periksa dan bersihkan dulu karet "wiper"-nya. Kalau setelah dibersihkin sapuannya kembali normal, ya berarti cuma masalah kotoran aja,"
Endy menjelaskan hal itu saat kami temui di Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
Namun begitu, ada ciri lain yang lebih jelas. Katanya, kalau setelah dibersihkan pun, "wiper" masih meninggalkan titik-titik air atau garis-garis yang nggak rata di kaca, itu sudah pertanda buruk. Fungsinya nggak lagi optimal.
"Itu salah satu tanda yang kuat bahwa karet elastis itu perlu diganti segera," ujarnya.
Artikel Terkait
AS Hantam Caracas, Venezuela Tuding Upaya Ganti Rezim
Gelombang Penumpang Masih Padati Stasiun Jakarta, Puncak Arus Balik Diprediksi Besok
AS Lancarkan Serangan Dini Hari, Venezuela Berlakukan Darurat Militer
Mudik Nataru 2025: Korban Tewas Turun 150 Jiwa Meski Arus Kendaraan Meningkat