Prabowo Dorong Taruna Kedinasan Turun Langsung ke Daerah Bencana

- Sabtu, 03 Januari 2026 | 12:35 WIB
Prabowo Dorong Taruna Kedinasan Turun Langsung ke Daerah Bencana

Bandara Soekarno-Hatta ramai Sabtu pagi itu. Tapi keramaiannya bukan dari para turis, melainkan dari lebih seribu praja IPDN yang bersiap diberangkatkan. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian hadir melepas mereka, menuju Aceh Tamiang yang porak-poranda. Usai acara, Tito membocorkan sedikit arahan terbaru dari Presiden Prabowo Subianto soal penanganan bencana.

Rupanya, dalam sebuah diskusi yang cukup panjang, Presiden punya ide yang cukup menarik. Beliau mendorong agar tak hanya IPDN, tapi sekolah-sekolah kedinasan lain juga turun langsung ke lokasi bencana.

"Saya bertemu dan berdiskusi cukup lama dengan Bapak Presiden membahas situasi bencana. Salah satu yang beliau sampaikan, bagus juga kalau sekolah-sekolah kedinasan lainnya bisa turun langsung ke daerah bencana,"

Kata Tito, Presiden melihat ini sebagai langkah strategis. Di satu sisi, para taruna dan praja punya keahlian spesifik yang bisa langsung dipraktikkan di lapangan. Di sisi lain, mereka mendapat pengalaman nyata yang tak ternilai harganya. Sebuah pembelajaran yang hidup, langsung dari medan sesungguhnya.

Misalnya saja, sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan. Mereka bisa mengevaluasi kerusakan pada bandara atau pelabuhan. Atau taruna dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, bisa fokus membantu pemulihan di wilayah pesisir dan komunitas nelayan yang terpukul.

Gagasan ini muncul spontan saat Tito memaparkan rencana pengiriman praja IPDN. Tugas mereka di Aceh Tamiang nanti tak sekadar kerja bakti fisik. Mereka juga ditugaskan untuk menghidupkan kembali roda pemerintahan dan pelayanan publik yang lumpuh pascabencana.

"Saya sampaikan ini win-win solution. Praja IPDN membantu membersihkan, membangkitkan pemerintahan, sekaligus ini menjadi bagian dari kurikulum dan penilaian mereka,"

Presiden Prabowo, menurut Tito, sangat mengapresiasi langkah ini. Apresiasinya bahkan sampai pada titik beliau membuka opsi perpanjangan masa penugasan.

"Beliau tanya berapa lama? Saya jawab sebulan. Presiden bilang, kalau perlu diperpanjang, perpanjang,"

Selain soal pemberdayaan taruna, Presiden juga menekankan hal yang lebih mendasar. Pemulihan infrastruktur krusial seperti jembatan, jalan, puskesmas, sekolah, dan tempat pengungsian harus dipercepat. Itu fondasi utama agar kehidupan warga yang terdampak bisa berangsur pulih. Langkah strategis dengan melibatkan kampus kedinasan, diharapkan bisa memberi napas baru bagi proses pemulihan yang kerap terasa lambat itu.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar