Kronologi Lengkap Anggota DPRD Blitar GP Selingkuh dengan Polwan NW yang Digrebek di Hotel

- Rabu, 12 November 2025 | 17:45 WIB
Kronologi Lengkap Anggota DPRD Blitar GP Selingkuh dengan Polwan NW yang Digrebek di Hotel
Kronologi Lengkap Anggota DPRD Blitar Selingkuh dengan Polwan yang Digrebek di Hotel

Kronologi Anggota DPRD Blitar Selingkuh dengan Polwan yang Berakhir Digrebek di Hotel

Sebuah kasus perselingkuhan yang melibatkan anggota DPRD Blitar dan seorang polwan menjadi sorotan publik. Insiden ini berawal dari kecurigaan sang suami, yang juga merupakan anggota Polres Blitar Kota, terhadap istrinya.

Awal Mula Kecurigaan dan Pelaporan

Kronologi kasus ini bermula ketika suami dari polwan berinisial NW curiga karena istrinya dijemput oleh seseorang pada hari Jumat, 17 Oktober 2025. Kecurigaan ini mendorongnya untuk melaporkan sang istri ke pihak berwajib atas dugaan perselingkuhan.

Penggrebekan di Hotel dan Penemuan Fakta

Berdasarkan laporan tersebut, jajaran Polres Batu melakukan penggrebekan di sebuah hotel pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Saat digrebek, polwan NW ditemukan sendirian. Dari hasil pemeriksaan, terungkap bahwa ia diduga sedang berselingkuh dengan seorang anggota DPRD Blitar yang telah pergi dari lokasi sebelum penggrebekan terjadi.

Humas Polres Blitar Kota, Iptu Samsul Anwar, mengonfirmasi bahwa dari pemeriksaan terhadap perempuan tersebut, didapatkan informasi bahwa pria yang berselingkuh dengannya adalah seorang anggota dewan. Dalam penggrebekan ini, polisi menyita sejumlah barang bukti seperti baju, pakaian dalam, dan telepon genggam.

Penetapan Tersangka dan Identitas Terungkap

Polwan NW resmi ditetapkan sebagai tersangka pada 23 Oktober 2025. Investigasi lebih lanjut berhasil mengungkap identitas selingkuhannya, yaitu GP, yang ternyata bukan anggota DPRD biasa. GP diketahui menjabat sebagai anggota Badan Kehormatan (BK) DPRD Blitar.

Proses Hukum dan Sikap Badan Kehormatan DPRD

Ketua BK DPRD Kota Blitar, Aris Dedi Arman, menyatakan bahwa pihaknya sedang menunggu surat resmi penetapan GP sebagai tersangka dari kepolisian. Aris menegaskan bahwa setelah surat resmi diterima, BK akan segera memproses pelanggaran kode etik dengan memanggil pihak terkait untuk konfrontasi dan mengadakan rapat untuk menentukan langkah lebih lanjut sesuai aturan yang berlaku.

GP sendiri baru ditetapkan sebagai tersangka pada Sabtu, 8 November 2025, setelah dua kali menjalani pemeriksaan. Kasi Humas Polres Batu, Iptu M Huda, menjelaskan bahwa penetapan tersangka terhadap GP didasarkan pada keterangan saksi dan bukti-bukti yang ada, meski ia tidak ditemukan di tempat kejadian saat penggrebekan.

Status Penahanan dan Ancaman Hukuman

Baik NW maupun GP tidak ditahan oleh pihak kepolisian. Alasannya, ancaman hukuman bagi keduanya di bawah 5 tahun penjara. Kasus perselingkuhan ini mengancam mereka dengan hukuman penjara maksimal 9 bulan.

Kasus ini terus berkembang dan menjadi perhatian banyak pihak, menunggu proses hukum dan etik yang akan dijalani oleh kedua tersangka.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar