MURIANETWORK.COM - Pasar saham Amerika Serikat berhasil mengakhiri tren penurunan pada sesi perdagangan Selasa (17 Februari 2026), ditopang oleh pemulihan saham-saham teknologi. Meski sempat tertekan di awal sesi, saham-saham unggulan di sektor kecerdasan buatan (AI) berhasil bangkit dan mendorong indeks utama seperti S&P 500, Nasdaq Composite, dan Dow Jones menguat tipis. Penguatan ini terjadi setelah pasar libur sehari sebelumnya dalam rangka Presidents Day.
Pemulihan Saham Teknologi dan AI
Perdagangan hari Selasa diawali dengan tekanan signifikan pada saham-saham berbasis artificial intelligence. Namun, sentimen berbalik seiring berjalannya waktu. Raksasa teknologi seperti Nvidia dan Amazon.com, yang sempat terperosok di zona merah, berhasil memangkas kerugian dan bahkan menutup sesi dengan kenaikan. Pemulihan ini menjadi penopang utama bagi indeks Nasdaq dan S&P 500 yang masing-masing naik 0,1 persen.
Kinerja tersebut menginterupsi kekhawatiran investor yang telah membayangi pasar dalam beberapa pekan terakhir. Banyak yang mempertanyakan apakah reli panjang saham AI telah mencapai puncaknya, sekaligus cemas akan potensi disruptif teknologi ini terhadap berbagai industri, mulai dari jasa keuangan hingga logistik.
Volatilitas Dipandang Sebagai Peluang
Di tengah gejolak harga, sejumlah analis justru melihat momen ini sebagai kesempatan. Louis Navellier, Chief Investment Officer di Navellier & Associates, menilai volatilitas saat ini berpotensi membuka pintu untuk akumulasi saham oleh investor jangka panjang.
“Kemungkinan besar kita akan melihat volatilitas saat ini sebagai peluang beli, meskipun sulit memperkirakan kapan volatilitas akan benar-benar mereda,” ungkapnya.
Artikel Terkait
Bulog Pastikan Penyaluran 828 Ribu Ton Beras SPHP Berjalan Sepanjang 2026
DPR Dorong Elektrifikasi Transportasi dan Rumah Tangga untuk Tekan Ketergantungan Impor Energi
Pemerintah Turki Naikkan Tarif Listrik dan Gas Rata-Rata 25% Mulai 2026
Harga Emas Antam Stabil di Rp 2,857 Juta per Gram, PPN Dihapus