Gaya Koboi Purbaya Yudhi Dinilai Tak Cocok Jadi Politisi, Ini Penjelasan Pakar
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjadi sorotan publik karena gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos dan apa adanya. Gaya kepemimpinan yang dijuluki "gaya koboi" ini justru membuatnya disukai masyarakat, terutama saat ia tak ragu memberhentikan pejabat pajak dan bea cukai yang menyeleweng.
Kepopuleran Menteri Keuangan Purbaya ini membuat beberapa partai politik tertarik untuk merekrutnya, salah satunya Partai Amanat Nasional (PAN). Namun minat tersebut ditolak tegas oleh Purbaya yang menyatakan dirinya belum tertarik untuk terjun ke dunia politik.
Analisis Pakar Komunikasi Politik Unpad
Menurut Kunto Adi Wibowo, Pakar Komunikasi Politik Universitas Padjajaran (Unpad), Purbaya Yudhi justru akan sulit beradaptasi sebagai politisi. Gaya koboi Purbaya dinilai bertentangan dengan kultur politik Indonesia yang lebih mementingkan loyalitas.
"Budaya partai politik di Indonesia hari ini harus diakui sangat bergantung pada nilai loyalitas," jelas Kunto. Ia menambahkan bahwa jika Purbaya masuk politik dan berbicara blak-blakan tentang seniornya atau internal partai, hal itu justru akan menimbulkan masalah.
Kunto membayangkan bahwa gaya komunikasi terbuka Purbaya bisa "kepanasan" bagi kalangan partai politik. Hal inilah yang membuat sang menteri dinilai kurang cocok untuk terjun ke dunia politik dengan kultur yang ada saat ini.
Meski populer dengan gaya koboinya sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi justru dinilai tidak cocok menjadi politisi karena perbedaan gaya dengan kultur politik Indonesia yang lebih mengutamakan loyalitas dan keselarasan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor