MURIANETWORK.COM - Vahid Shamsaee, pelatih Timnas Futsal Iran, mengungkapkan perasaan campur aduk setelah berhasil memenangi Piala Asia Futsal 2026. Kemenangan dramatis atas tuan rumah Indonesia di final yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu (7/2/2026) malam, ternyata terasa sebagai pencapaian paling berat dalam kariernya. Gelar juara ke-14 Iran itu diraih setelah bermain imbang 5-5 hingga perpanjangan waktu dan unggul 5-4 dalam adu penalti.
Kemenangan yang Terasa Getir di Tengah Situasi Sulit
Di balik sorak kemenangan, suasana hati Shamsaee jauh dari rasa euforia biasa. Sang pelatih mengaku kesulitan bahkan untuk mengungkapkan apakah dirinya merasa bahagia atau tidak. Di satu sisi, ia bangga membawa Iran meraih gelar juara Asia untuk ke-14 kalinya. Namun, di sisi lain, pikirannya tertuju pada situasi yang sedang terjadi di tanah airnya, Iran, yang dilanda gejolak politik dan konflik dalam beberapa pekan terakhir.
Dalam konferensi pers usai laga, pria berusia 50 tahun itu menyampaikan perasaannya dengan hati-hati. Suaranya terdengar penuh pertimbangan, mencerminkan beban yang ia pikul bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai seorang warga negara.
“Jadi, ini sulit dalam situasi ini untuk mengatakan saya senang atau tidak senang karena situasi (yang terjadi) dan insiden sepanjang turnamen,” ungkap Shamsaee.
“Saya sudah memenangi banyak piala, tapi ini adalah piala tersulit bukan secara teknis, tapi kondisi mental,” lanjutnya, menekankan bahwa tantangan terberat justru datang dari tekanan psikologis di luar lapangan.
Persembahan untuk Rakyat Iran
Shamsaee kemudian menyampaikan apresiasi mendalam kepada Federasi Futsal Iran dan seluruh staf serta pemain yang telah berjuang bersama. Namun, titik berat pernyataannya adalah dedikasi kemenangan ini untuk masyarakat Iran yang sedang berduka. Ribuan korban jiwa akibat konflik dalam negeri menjadi latar belakang yang membuat trofi ini memiliki makna yang sangat berbeda.
“Saya meyakini, apa yang kami miliki ini adalah karena orang-orang Iran. Saya hanya ingin mengapresiasi federasi, semua pemain saya, manajer tim, di mana kami semua bersama-sama untuk membuat masyarakat Iran bahagia,” tuturnya.
Dengan nada harap, ia menambahkan, “Saya akan bilang ini adalah waktu-waktu yang sulit buat saya karena situasi di Iran. Saya berharap mereka menerima trofi ini dan menegaskan, kami selalu ada bersama mereka.”
Pernyataan Shamsaee tersebut menggarisbawahi bahwa di balik gemerlap prestasi olahraga, sering kali terbawa pula narasi kemanusiaan dan solidaritas nasional yang lebih dalam. Kemenangan di lapangan hijau itu ia jadikan sebagai simbol kebersamaan dan penghiburan di tengah masa-masa suram yang melanda negaranya.
Artikel Terkait
BRI Salurkan Rp16,16 Triliun KPR Subsidi untuk Lebih dari 118 Ribu Debitur
Imlek Nasional 2026 Usung Tema Harmoni Imlek Nusantara, Fokus pada Gerakan Sosial Berkelanjutan
Menpora Apresiasi Runner-up Timnas Futsal Indonesia di Piala Asia 2026
Prabowo Janjikan Penurunan Biaya Haji dan Pembangunan Kampung Indonesia di Makkah