Kronologi Meninggalnya Timothy Anugerah, Mahasiswa Universitas Udayana Bali
Universitas Udayana (Unud) Bali berduka atas meninggalnya Timothy Anugerah Saputra (22), mahasiswa Sosiologi FISIP yang tewas setelah jatuh dari lantai 2 gedung fakultas pada Rabu, 15 Oktober 2025 sekitar pukul 09.00 WITA.
Kronologi Kejadian Timothy Anugerah
Insiden terjadi di Gedung FISIP Unud Denpasar dimana Timothy diduga terjun dari lantai 2. Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah dan masih dalam kondisi sadar sebelum akhirnya meninggal dunia pukul 13.03 WITA.
Perubahan Perilaku dan Kondisi Korban
Ibu Timothy, SKY (48) mengaku telah melihat perubahan perilaku putranya sejak 5 bulan terakhir. Meski telah mendampingi Timothy di Bali, keluarga belum pernah membawanya berkonsultasi ke psikolog. Polresta Denpasar menyatakan keluarga mengikhlaskan kejadian ini dan tidak melaporkan ke kepolisian.
Detik-Detik Sebelum Kejadian
Saksi mata NKGA (21) melihat Timothy dalam kondisi panik sebelum kejadian. Korban terlihat menggendong tas ransel dan memakai baju putih, kemudian duduk di kursi panjang di sebelah barat kelas. Saksi kemudian menemukan sepatu yang diduga milik Timothy yang dilepas sebelum kejadian.
Kondisi Medis dan Penyebab Kematian
Pemeriksaan medis menunjukkan Timothy mengalami:
- Pergeseran dan patah tulang pinggul kiri-kanan
- Patah tulang lengan bagian atas
- Patah tulang sendi kanan
- Pendarahan organ dalam
Isu Bullying dan Sanksi Universitas Udayana
Kasus ini mendapat sorotan publik setelah beredar chat mahasiswa yang menghina almarhum. Enam mahasiswa terkena sanksi nilai D untuk semua mata kuliah semester berjalan. FISIP Unud telah merekomendasikan sanksi melalui Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan sesuai Permendikbudristek No. 55 Tahun 2024.
Penanganan Universitas Udayana
Menurut Dr Dewi Pascarani, Ketua Unit Komunikasi Publik Unud, penyelidikan lebih lanjut akan dilakukan Satgas PPK-Unud secara tertutup. Sanksi akhir akan ditentukan berdasarkan rekomendasi satgas setelah pendalaman kasus.
Bantuan untuk yang Membutuhkan: Jika Anda mengalami tekanan emosional atau pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan konseling atau tenaga profesional untuk mendapatkan bantuan.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor