Trump Murka, Proposal Iran soal Selat Hormuz Tak Sentuh Program Nuklir

- Rabu, 29 April 2026 | 06:40 WIB
Trump Murka, Proposal Iran soal Selat Hormuz Tak Sentuh Program Nuklir

Perundingan damai antara Amerika Serikat dan Iran masih mentok. Belum ada titik temu. Dan yang bikin tambah runyam, proposal anyar dari Teheran soal Selat Hormuz rupanya bikin Presiden Donald Trump naik pitam.

Menurut laporan yang beredar, Trump sudah mendapat pengarahan soal proposal baru Iran itu. Rapatnya digelar di Situation Room Gedung Putih, hari Senin waktu setempat. Isinya? Iran mau membuka kembali Selat Hormuz. Tapi ada syaratnya: AS harus mencabut blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan mereka.

Nah, yang menarik atau mungkin mengkhawatirkan adalah proposal ini sama sekali tidak menyinggung program nuklir Teheran. Setidaknya itu yang dikatakan oleh sejumlah pejabat dari kedua negara. Jadi ya, agak janggal memang.

Lantas apa sebenarnya yang bikin Trump tidak senang? Sulit ditebak secara persis. Tapi yang jelas, sejak lama dia ngotot pada dua tuntutan utama soal nuklir Iran. Dan proposal baru itu, ya, tidak menyentuh sama sekali tuntutan-tuntutan tersebut.

Seorang pejabat AS yang tidak mau disebut namanya bilang, kalau sampai Trump menerima proposal Iran, itu sama saja dengan secara terbuka mengakui kekalahan. Keras juga ya.

"Amerika Serikat tidak akan bernegosiasi melalui pers. Kami sudah menjelaskan dengan jelas batasan-batasan kami. Presiden hanya akan membuat kesepakatan yang baik bagi rakyat Amerika dan dunia," kata Olivia Wales, juru bicara Gedung Putih, kepada NYT. Nadanya tegas. Tidak ada ruang untuk tawar-menawar di depan kamera, katanya.

Proposal Iran ini pertama kali diungkap oleh media AS, Axios, pada hari Minggu. Waktu itu mereka juga melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, sudah menyerahkan proposal tersebut kepada mediator Pakistan. Jadi ada perantara di sini.

Menurut Axios, isi proposalnya kurang lebih begini: Iran mengusulkan perpanjangan gencatan senjata entah untuk jangka waktu lama atau bahkan dibuat permanen. Tapi perundingan soal nuklir? Itu baru akan dimulai setelah Selat Hormuz dibuka lagi dan blokade laut AS dicabut. Semacam paket kebijakan yang saling terkait.

Sementara itu, AS dari dulu punya sikap tetap: Iran harus menangguhkan pengayaan uranium setidaknya selama sepuluh tahun. Belum lagi mereka juga minta pasokan uranium yang sudah diperkaya dikeluarkan dari negara itu. Tuntutan yang cukup berat. Dan sampai sekarang, Teheran belum secara resmi menerimanya.

Jadi ya, jalan masih panjang. Atau malah buntu.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini