Pernyataan itu dikutip dari Tribun Pontianak. Juru bicara itu menambahkan, aksi ini adalah pekerjaan para profesional yang paham betul struktur bangunan dan sistem keamanan bank. Bahkan media internasional sampai menyamakannya dengan adegan film Ocean’s Eleven.
Nilai kerugiannya sungguh fantastis. Diperkirakan antara 11,8 juta hingga 105,7 juta dolar AS, atau kalau dirupiahkan bisa nyentuh Rp 1,7 triliun. Thomas Nowaczyk, juru bicara Kepolisian Gelsenkirchen, menyebut nilai pertanggungan rata-rata per kotak bisa lebih dari 11.700 dolar AS (sekitar Rp 195 juta).
Korban terbanyak diduga adalah warga keturunan Turkiye yang biasa menyimpan emas dan perhiasan sebagai aset. Begitu kabar perampokan beredar, ratusan nasabah langsung berduyun ke bank. Suasana sempat memanas sampai polisi harus turun tangan mengamankan lokasi.
Di sisi lain, pihak bank berusaha menenangkan. Bank Sparkasse Gelsenkirchen menyatakan setiap kotak diasuransikan hingga sekitar 10.300 euro (Rp 202 juta). Tapi, banyak nasabah yang protes. Nilai harta simpanan mereka jauh melebihi angka pertanggungan itu.
Sebagai langkah darurat, manajemen menutup sementara cabang tersebut dan membuka layanan hotline khusus. Sampai berita ini diturunkan, belum ada satu pun pelaku yang berhasil ditangkap. Investigasi masih terus berjalan, mengungkap detil-detil kronologi yang masih gelap.
Artikel Terkait
Dari Suara Aneh hingga Laporan Hukum: Kronologi Bocornya CCTV Rumah Inara Rusli
Jangan Beli Buku hingga Jauhkan Sapu: Pantangan Unik Sambut Imlek 2026
Dedi Mulyadi Siapkan 3.000 Lowongan Kerja, Utamakan Lulusan SMK Jabar
Dedi Mulyadi Dikritik Usai Turun Langsung Evakuasi Korban Longsor