GELSENKIRCHEN Jerman baru saja diguncang aksi kriminal yang luar biasa berani. Sebuah cabang Bank Sparkasse di kota ini jadi sasaran perampokan terorganisir dengan skala yang benar-benar masif. Kerugiannya? Bisa mencapai triliunan rupiah. Peristiwa ini langsung dicap polisi sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah kejahatan perbankan modern di negara itu.
Yang menarik, aksi ini terjadi justru di saat libur Natal dan Tahun Baru. Lingkungan sekitar bank sepi, aktivitas perbankan tutup. Rupanya, momen lengang itu dimanfaatkan betul oleh para pelaku.
Menurut sejumlah saksi, awal mula kejadian tercium pada Sabtu malam, tanggal 27 Desember 2025. Beberapa pria terlihat membawa tas-tas besar di sekitar tangga gedung parkir. Tapi ya, karena lagi libur panjang, aktivitas itu tak langsung mencurigai. Polisi meyakini, dari situlah rencana besar mereka mulai dieksekusi.
Mereka masuk lewat gedung parkir yang terhubung ke bank. Dari sana, kelompok bertopeng itu bergerak menuju ruang brankas di bawah tanah. Bukan sembarang masuk, mereka membawa bor besar dan alat pembuka logam khusus untuk menembus dinding beton yang tebal. Persiapan mereka matang banget, terstruktur, dan sangat profesional.
Setelah brankas berhasil ditembus, aksi penjarahan pun dimulai. Lebih dari 3.000 kotak penyimpanan nasabah dibongkar paksa. Isinya macam-macam: uang tunai, emas batangan, sampai perhiasan bernilai tinggi. Parahnya, sekitar 95 persen dari total 3.250 kotak itu telah dibuka. Baru pada Senin dini hari, tanggal 29 Desember, alarm kebakaran yang berbunyi membuat petugas jaga curiga. Saat dicek, kerusakan di area bawah tanah sudah sangat parah.
Rekaman CCTV yang beredar kemudian memperlihatkan pelarian mereka. Para perampok kabur menggunakan mobil Audi RS 6 hitam dengan pelat nomor curian, ditemani sebuah van Mercedes-Benz putih. Kendaraan itu diduga kuat untuk mengangkut barang rampokan yang jumlahnya sangat besar.
Artikel Terkait
Pesan Terakhir Ridwan Kamil untuk Atalia: Kebahagiaan Buat Bu Atalia
Pencarian MH370 Kembali Digelar, Ilmuwan Klaim Tahu Titik Persisnya
Prabowo Jelaskan Alasan Tak Tetapkan Bencana Nasional untuk Aceh dan Sumatera
Sayap Pesawat Terbang Terbawa Angin Puting Beliung, Kemenhub: Itu Sudah Bukan Aset Negara