Malam Kelabu di Labuan Bajo: Kapal Wisata Tenggelam, Satu Kelarga Spanyol Jadi Korban

- Minggu, 28 Desember 2025 | 16:15 WIB
Malam Kelabu di Labuan Bajo: Kapal Wisata Tenggelam, Satu Kelarga Spanyol Jadi Korban

Labuan Bajo kembali berduka. Sebuah kapal wisata dilaporkan tenggelam di perairan Taman Nasional Komodo pada Jumat malam, 26 Desember 2025. Insiden ini langsung menyita perhatian, terutama karena melibatkan wisatawan asing.

Menurut informasi yang beredar, korban jiwa berasal dari satu keluarga asal Spanyol. Sampai saat ini, upaya pencarian dan evakuasi masih menjadi prioritas tim gabungan di lapangan.

Kronologi Sebuah Malam Tragis

Semuanya berawal saat KM Putri Sakina berlayar dari Pulau Komodo menuju Pulau Padar sekitar pukul 20.00 Wita. Kapal itu membawa 11 orang, termasuk kru dan wisatawan, untuk menikmati pesona Taman Nasional di malam hari. Sayangnya, cuaca di Selat Pulau Padar sama sekali tak bersahabat. Gelombang laut disebut-sebut mencapai lebih dari dua meter.

Kira-kira setengah jam kemudian, sekitar pukul 20.30 Wita, mesin kapal tiba-tiba mati. Inilah titik kritisnya. Kehilangan kendali, kapal yang dihantam gelombang setinggi 1,5 meter dan angin kencang pun mulai oleng. Situasinya jadi kacau balau. Kru berusaha menyelamatkan penumpang, tapi semuanya terjadi terlalu cepat. Kapal terbalik dan tak lama kemudian tenggelam.

Dari keterangan kru, empat penumpang saat itu berada di dalam kamar kapal. Diduga, posisi itulah yang membuat mereka tak punya cukup waktu untuk keluar. Keempatnya adalah warga negara Spanyol dari satu keluarga yang sama.

Mereka adalah Fernando Martin Carreras beserta tiga anaknya yang masih kecil. Di sisi lain, istri Fernando dan seorang anak perempuannya berhasil selamat karena kebetulan berada di bagian kapal yang lebih tinggi saat insiden terjadi.

Ayah mertua Fernando, Enrique Ortuno, memberikan kesaksian pilu. Ia menyebut anak dan cucu perempuannya itu terlempar ke laut. Namun, ia menduga tiga cucu lainnya serta menantunya, Fernando, terjebak di dalam badan kapal yang tenggelam dengan sangat cepat.

Kesaksian ini memperkuat gambaran betapa singkatnya waktu untuk menyelamatkan diri. Tim SAR gabungan pun langsung dikerahkan untuk pencarian intensif di sekitar lokasi.

Langkah Tegas Otoritas Pelabuhan

Merespons tragedi ini, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo mengambil tindakan. Mereka menutup sementara pelayaran kapal wisata menuju Pulau Padar dan Pulau Komodo. Langkah ini untuk keselamatan dan memudahkan proses evakuasi.

Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, menjelaskan keputusan itu diambil setelah berkoordinasi dengan BMKG dan pihak terkait. Pertimbangan utamanya adalah potensi gelombang swell tinggi yang berbahaya.

"Pada saat-saat tertentu itu akan ada gelombang swell yang tinggi dengan periode singkat," ujarnya.

"Setelah berkoordinasi dengan semua unsur dan BMKG, maka tadi malam kita keluarkan notice to mariner (NtM) yang menutup sementara pelayaran ke Komodo dan ke Padar."

Korban Jiwa dan Duka yang Menyebar

Keempat korban meninggal telah diidentifikasi. Mereka adalah Fernando Martin Carreras (44), seorang pelatih di klub Valencia Women B, beserta ketiga anaknya: Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.

Ini jelas pukulan berat. Bukan cuma bagi keluarga yang ditinggalkan, tapi juga bagi komunitas sepak bola di Spanyol. Valencia CF secara resmi mengonfirmasi kabar duka ini dan menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

Dalam pernyataannya, klub menyebut kepergian Fernando dan anak-anaknya sebagai tragedi yang sangat menyedihkan bagi keluarga besar Valencia. Dukungan pun disampaikan kepada seluruh keluarga, rekan kerja, dan tim.

Kronologi nahas ini pun menggema di media internasional, mengingat Fernando adalah mantan pesepak bola yang pernah membela beberapa klub sebelum beralih ke dunia kepelatihan.

Tenggelamnya KM Putri Sakina, sungguh, menjadi catatan kelam lain untuk pariwisata bahari Labuan Bajo. Sebuah perjalanan wisata yang berakhir nestapa.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar