Ratu Suthida Siap Berlaga di SEA Games 2025 di Usia 47 Tahun

- Kamis, 11 Desember 2025 | 05:15 WIB
Ratu Suthida Siap Berlaga di SEA Games 2025 di Usia 47 Tahun

Nama Ratu Suthida tiba-tiba ramai lagi. Kali ini, bukan karena penampilannya di acara kenegaraan, melainkan karena daftar atlet SEA Games 2025. Di sana, tercantum namanya sebagai peserta cabang olahraga layar. Yang bikin publik penasaran, usianya sudah 47 tahun. Padahal, biasanya atlet di usia itu sudah pensiun.

Namun begitu, bagi yang mengikuti kiprahnya, ini mungkin tak terlalu mengejutkan. Ratu memang dikenal aktif di dunia olahraga. Kehadirannya di kompetisi internasional seperti ini seolah menegaskan bahwa perannya tak cuma terbatas di dalam istana.

Siapa sebenarnya Ratu Suthida?

Sebelum menyandang gelar ratu, ia adalah Suthida Tidjai, lahir 3 Juni 1978. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana Seni Komunikasi di Assumption University, Bangkok, di tahun 2000. Karir profesionalnya dimulai sebagai pramugari Thai Airways. Menurut rekan-rekannya dulu, ia dikenal sebagai pribadi yang tekun dan sangat profesional.

Perjalanannya menuju lingkaran kerajaan dimulai pada 2010. Saat itu, Suthida memutuskan bergabung dengan militer Thailand dengan pangkat awal Letnan Dua. Hanya dalam empat tahun, kariernya melesat. Ia ditunjuk sebagai Wakil Komandan Unit Pengawal Putra Mahkota oleh Raja Vajiralongkorn, yang kala itu masih putra mahkota.

Setelah sang Raja naik tahta di tahun 2016, Suthida semakin dipercaya. Ia diangkat jadi Komandan Unit Operasi Khusus Pengawal Kerajaan, bahkan menyandang pangkat jenderal penuh. Tak lama kemudian, gelar bangsawan Thanpuying pun disematkan padanya.

Pernikahan yang Mengejutkan

Hubungan asmaranya dengan Raja sama sekali tak tersiar. Maka, pernikahan megah mereka pada 2019 benar-benar mengejutkan publik Thailand. Upacara adat Budha dan Brahmana digelar khidmat di Bangkok.

Selisih usia mereka terpaut jauh, 26 tahun. Saat itu Suthida berusia 40 tahun, sementara Raja 66 tahun. Statusnya sebagai permaisuri langsung dikukuhkan hanya beberapa jam setelah akad nikah, lewat siaran resmi kerajaan.

Kemunculan mereka di prosesi penobatan Raja Charles III di London, Mei 2023, lalu menarik perhatian dunia. Pasangan ini jarang terlihat bersama di depan umum. Momen mereka berjalan bergandengan tangan di Westminster Abbey langsung jadi buah bibir, dilihat banyak orang sebagai simbol keharmonisan dan kekuatan baru keluarga kerajaan Thailand.

Tak Cuma Protokoler, Tapi Jadi Atlet Sungguhan

Olahraga bagi Ratu Suthida bukan sekadar hobi. Ia serius. Selain rutin lari, ia punya keahlian khusus di olahraga layar. Pada ajang bergengsi 37th Phuket King's Cup Regatta, ia mengambil peran krusial sebagai navigator. Posisi ini butuh keahlian membaca angin dan menentukan rute di laut bukan tugas mudah.

Baru-baru ini, ia juga menyelesaikan lomba half marathon sejauh 21 kilometer. Waktunya? 2 jam 13 menit 40 detik. Yang menarik, ia lari didampingi legenda marathon dunia, Eliud Kipchoge. Cukup mengesankan.

Menuju SEA Games 2025

Kabar resminya, Ratu Suthida akan berlaga di cabang layar SEA Games 2025 yang digelar di Thailand, Desember nanti. Persiapan sudah dimulai dengan latihan intensif bersama tim nasional akhir November lalu.

Komitmennya jelas: ia ingin berkontribusi untuk perkembangan olahraga layar di tanah airnya. Di sisi lain, partisipasinya tentu jadi magnet perhatian tersendiri bagi ajang tersebut.

Bagi yang penasaran ingin menyaksikan, siarannya bisa diikuti lewat beberapa stasiun televisi dan platform streaming. Sorotan terhadap dirinya kini bukan lagi sekadar sebagai ratu, tapi sebagai atlet yang punya dedikasi dan kemampuan nyata.

Dari pramugari, perwira militer, hingga permaisuri yang kini siap bertanding di tingkat regional. Perjalanan Ratu Suthida memang tak biasa.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar