murianetwork.com - Akibat tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir, mengakibatkan sebagian wilayah terdampak banjir.
Seperti yang terjadi di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh di Jambi.
Sejumlah desa di wilayah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi terendam banjir dengan ketinggian lebih dari 50 cm.
Berdasarkan data, 34 Desa dari 8 Kecamatan dalam wilayah Kota Sungai Penuh terdampak banjir.
Setidaknya ada 24.500 jiwa yang terdampak musibah banjir.
“Saat ini ribuan jiwa terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan,” beber Bang Dodot.
Kondisi ini menimbulkan empati dari Pengurus Daerah Indonesia Off-road Federation (Pengda IOF) Jambi.
“Kami mengirimkan bantuan melalui dua unit mobil pick-up dan double cab langsung ke Sungai Penuh dan telah diterima,” disampaikan Pontas Sitanggang melalui pesan singkat.
Bantuan diterima Pengurus Cabang (Pengcab) IOF Kerinci - Sungai Penuh pada Senin (8/1/2024). Ketua Pengcab IOF Kerinci - Sungai Penuh Heraldo Sondakh bersama rekan-rekan offroader menerima di Posko IOF di Sungai Penuh.
Mengingat saat ini warga yang terdampak banjir membutuhkan bantuan, Heraldo Sondakh bersama rekan-rekan Pengcab ingin langsung menyampaikan kepada masyarakat.
Maka diadakanlah rapat teknis bersama IOF Pengda Jambi untuk penyaluran esok hari.
“Paket bantuan sembako akan diantar ke titik terdekat dan aman di daerah bencana,” tutur Bang Dodot, sapaan akrab Heraldo Sondakh yang merupakan offroader Senior.
Harapannya warga yang terdampak bisa tetap bertahan hingga banjir surut.
Bagi IOF Pengcab Kerinci - Sungai Penuh dengan menyampaikan bantuan ini merupakan kegiatan sosial sesuai dengan visi IOF, yakni Humanity. (bv)
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: viralnews.id
Artikel Terkait
BYD Atto 1 Hadirkan Varian STD Seharga Rp199 Juta, Target Perluas Pasar Mobil Listrik Perkotaan
Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Melonjak 42,5 Persen pada April 2026, Capai 14.815 Unit
Jetour G700 Seberangi Sungai Ekstrem Sepanjang 1,2 Kilometer dalam 10 Menit, Cetak Tiga Rekor Sekaligus
Kemenperin Yakin Aturan Pajak Baru Tak Akan Ganggu Penjualan Mobil Listrik