Jetour T2 Resmi Buka Pemesanan di GJAW 2025, Siap Jadi SUV Adventure Terbaru
Jetour Motor Indonesia akhirnya membuka pre-booking untuk SUV tangguh Jetour T2 pada Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 akhir November mendatang. Kabar ini menjadi angin segar bagi penggemar SUV adventure yang telah lama menantikan kehadiran mobil ini di pasar otomotif Indonesia.
Antusiasme Tinggi Masyarakat Terjawab
Marketing Director Jetour Motor Indonesia, Ranggy Radiansyah, mengonfirmasi bahwa pembukaan pemesanan Jetour T2 merupakan momen penting untuk menjawab tingginya antusiasme masyarakat. "Di ajang GJAW nanti, konsumen sudah bisa melakukan pemesanan untuk model ini," tegas Rangga.
Desain Maskulin untuk Petualangan Offroad
Jetour T2 yang pertama kali diperkenalkan di GIIAS 2025 Agustus lalu menawarkan desain tangguh dengan konsep offroad yang kental. SUV asal Tiongkok ini secara khusus dirancang untuk konsumen dengan gaya hidup aktif, hobiis otomotif, dan pencinta alam yang menginginkan kendaraan berpenampilan gagah namun tetap modern.
Lengkap dengan Aksesori Adventure
Yang menarik, Jetour tidak hanya menjual mobilnya saja. Perusahaan juga menyediakan berbagai aksesori adventure untuk semakin mempertegas karakter offroad pada Jetour T2, memberikan pengalaman berkendara yang lebih lengkap bagi para petualang.
Diproduksi Lokal di Indonesia
Jetour T2 akan dirakit secara lokal (CKD) di pabrik Handal Indonesia Motor (HIM). Strategi produksi lokal ini tidak hanya membuat harga jual lebih kompetitif dibandingkan versi CBU, tetapi juga menandai komitmen Jetour dalam menjadikan Indonesia sebagai basis produksi utama di kawasan Asia Tenggara.
Dengan kombinasi desain yang gagah, fitur petualangan yang lengkap, dan keunggulan produksi lokal, Jetour T2 diproyeksikan menjadi pesaing serius di segmen SUV adventure Indonesia. Konsumen dapat segera melakukan pemesanan resmi dalam hitungan hari mendatang pada ajang GJAW 2025.
Artikel Terkait
Jetour G700 Seberangi Sungai Ekstrem Sepanjang 1,2 Kilometer dalam 10 Menit, Cetak Tiga Rekor Sekaligus
Kemenperin Yakin Aturan Pajak Baru Tak Akan Ganggu Penjualan Mobil Listrik
Nissan Akan Hentikan Produksi 11 Model, Fokus pada Kendaraan Laris
Pangsa Pasar Hyundai Indonesia Melonjak Jadi 2,8% di Kuartal I 2026