Sementara itu, Daihatsu Sigra harus puas berada di peringkat ketiga dengan realisasi penjualan 2.348 unit (19,3%), diikuti oleh Daihatsu Ayla yang terjual 764 unit (6,3%).
Sri Agung Handayani, selaku Marketing and Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor, menyatakan rasa syukur atas capaian ini. Lebih dari 80% penjualan Daihatsu didukung oleh segmen commercial low dan LCGC. Segmen Commercial Low bahkan mendominasi dengan kontribusi sekitar 56%, yang turut mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia sebagai mitra bisnis bagi pelaku usaha, UMKM, perorangan, dan perusahaan.
Dominasi Pasar Kendaraan Niaga Daihatsu
Hingga Oktober 2025 (Year-to-Date), Daihatsu menunjukkan kekuatannya di segmen Commercial Low dengan market share yang mencapai 65,5%. Angka ini meningkat 2,4 poin dari periode sama tahun 2024 yang sebesar 63,1%.
Dominasi ini didorong oleh dua model andalan. Gran Max Pick Up telah terjual 34.340 unit dan mendominasi segmen Pick Up Low dengan market share 58,6%, naik 1,5 poin dari tahun sebelumnya. Sementara Gran Max Mini Bus telah laku 14.098 unit dengan pangsa pasar yang sangat besar, yaitu 91,8% di segmen Semi Commercial, mengalami kenaikan 0,9 poin dari tahun 2024.
Artikel Terkait
Australia Catat Sejarah: Impor Mobil dari China Kalahkan Jepang untuk Pertama Kali
WhatsApp Uji Coba Aplikasi Mandiri untuk CarPlay
Waspadai 4 Tanda Awal Gangguan Sistem Kelistrikan pada Motor
Bugatti Luncurkan Sepeda Rp400 Juta, Lebih Mahal dari Toyota Corolla