Pada pertandingan final di Istora Senayan, Ginting ditugaskan menghadapi Shi Yu Qi. Setelah kalah di gim pertama, Ginting berhasil memenangkan gim kedua dengan skor ketat 23-21.
Tragedi terjadi di gim penentuan ketika Ginting mengalami kram otot di paha kirinya. Meski sempat unggul, kondisi fisiknya mulai menurun dan membuatnya tertinggal 15-16.
Tekad Baja di Atas Lapangan
Meski mendapat perawatan medis, Ginting bersikeras terus bermain. Pertarungan sengit berlanjut hingga skor 20-21 untuk keunggulan lawan. Pada poin kritis ini, kondisi fisiknya tidak lagi memungkinkan.
Wasit akhirnya menghentikan pertandingan dan menetapkan Shi Yu Qi sebagai pemenang. Keputusan Ginting untuk terus bertahan di lapangan meski cedera menuai apresiasi dari penonton, termasuk dari lawannya sendiri.
Dampak dan Warisan Inspiratif
Tim Indonesia akhirnya harus puas dengan medali perak setelah kalah 1-3 dari China. Meski demikian, perjuangan Anthony Ginting menjadi pelajaran berharga tentang dedikasi dan pengorbanan atlet untuk negara.
Kisah heroik Anthony Ginting ini tetap dikenang sebagai bukti semangat pantang menyerah dan cinta terhadap tanah air, menginspirasi generasi muda Indonesia di dunia olahraga.
Artikel Terkait
Marc Marquez Tenang Hadapi Awal Musim 2026 Tanpa Podium
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Brunei di Piala AFF 2026 dengan Skuad Baru dan Target Realistis
Pengamat Soroti Pendekatan Herdman sebagai Pembeda di Timnas Indonesia
Ducati Krisis Awal Musim: Bagnaia Soroti Masalah Teknis, Marquez Introspeksi Diri