Di ruang kerjanya yang luas di Senayan, Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima kunjungan penting. Tamunya adalah Ilhami Öztürk, Sekretaris Jenderal ADFIMI, sebuah asosiasi lembaga keuangan pembangunan di negara-negara anggota Islamic Development Bank. Pertemuan itu bukan sekadar formalitas belaka, melainkan membahas sesuatu yang strategis: membuka potensi kolaborasi antara budaya, ekonomi, dan pendanaan syariah.
Fadli dengan tegas menyoroti peran diplomasi budaya. Menurutnya, ini adalah alat ampuh untuk mempererat hubungan bilateral, khususnya antara Indonesia dan Turkiye. Caranya? Bisa lewat berbagai program seni, pertukaran budaya, atau transfer pengetahuan dari maestro ke generasi muda.
"Hubungan erat antara Indonesia dengan Turkiye dapat menjadi jembatan diplomasi budaya, misalnya dengan sinergi antara komunitas seni dan film di kedua negara. Melalui kolaborasi tersebut, akan tercipta ruang pertukaran kultur dan festival yang dapat memperkenalkan kekayaan budaya masing-masing,"
Demikian penjelasan Fadli dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2/2026).
Ia tak sekadar bicara konsep. Komitmen itu diwujudkan dengan memberi apresiasi pada pelaku seni Islam, termasuk kepada sepuluh pemenang asal Indonesia dalam kompetisi kaligrafi internasional di Istanbul tahun 2025. Gagasan kolaborasi juga lebih konkret. Fadli menyebut salah satu program andalan kementeriannya, SANFFEST atau Santri Film Festival.
"Ke depannya kami bisa mengundang sineas-sineas Turki untuk datang ke pesantren dan memberikan pelatihan. Hal itu dilakukan agar film buatan siswa-siswi pesantren bisa hadir di panggung internasional,"
ungkapnya.
Namun begitu, semua rencana besar butuh dukungan dana yang kuat. Di sinilah Fadli mendorong sinergi dengan institusi seperti ADFIMI dan Islamic Development Bank (IsDB). Tak lupa, ia juga mendorong kerja sama lintas sektor yang melibatkan Kementerian Agama dan Bank Syariah Indonesia.
Pandangan serupa datang dari tamunya. Ilhami Öztürk menyambut baik ide kolaborasi pendanaan ini. Ia berharap bisa menjalin kerja sama dengan bank-bank syariah untuk memajukan ekonomi dan budaya kedua negara.
"Kami tengah menyelenggarakan banyak acara bertema finansial. Untuk mendukung hal tersebut, kami juga telah menggandeng banyak mitra, seperti di negara Malaysia dan Indonesia,"
kata Ilhami.
Pertemuan yang juga dihadiri oleh Dirjen Diplomasi Kebudayaan Endah T.D. Retnoastuti dan Specialist ADFIMI Mehmed Rasid Kansu itu ditutup dengan harapan. Fadli berharap diplomasi budaya bisa terus diperkuat, bukan hanya untuk mempromosikan seni, tetapi juga menguatkan pondasi ekonomi budaya Indonesia dan Turkiye ke depannya.
Artikel Terkait
Anak Perempuan di Demak Tewas Gantung Diri Didahului Unggahan Emosional di Media Sosial
Prabowo Tegaskan Komitmen Berantas Korupsi, Akui Peran Demokrasi
Kapolres Bogor Terima Satyalancana Wira Karya Atas Kontribusi Program Makan Bergizi Gratis
Sekjen Golkar Bantah Ada Ketegangan antara Menkeu dan Menteri ESDM Soal Lifting Migas