Dua legenda sepak bola dunia, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, sama-sama menangis di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Namun, air mata mereka mengisyaratkan dua nasib yang bertolak belakang: satu tangis bahagia karena lolos, satu lagi tangis perpisahan yang pahit.
Ronaldo lebih dulu merasakan pilu. Portugal harus mengakui keunggulan Spanyol 0-1 di Dallas Stadium, Selasa (7/7) waktu Indonesia barat. Kekalahan itu memastikan langkah Portugal terhenti, sekaligus menjadi pertandingan terakhir Ronaldo bersama tim nasional. Sang megabintang berusia 41 tahun itu resmi pensiun dari Selecao das Quinas. Air matanya di lapangan menjadi simbol berakhirnya era.
Berbeda dengan Ronaldo, Messi menangis haru setelah Argentina memenangi laga dramatis melawan Mesir 3-2 di Atlanta Stadium, Selasa malam. Argentina sempat tertinggal dua gol melalui Yasser Ibrahim dan Mostafa Zico. Bahkan, penalti Messi berhasil ditepis kiper Mesir. Namun, Argentina bangkit di akhir waktu normal. Cristian Romero, Messi, dan Enzo Fernandez masing-masing mencetak gol untuk membalikkan keadaan. Peluit panjang berbunyi, Messi menangis sambil mengepalkan tinju ke udara.
Piala Dunia 2026 menjadi panggung internasional terakhir bagi Ronaldo, sementara Messi masih berpeluang melanjutkan perjalanan bersama juara bertahan Argentina. Dua tangis, dua kisah yang berbeda.
Artikel Terkait
Kekalahan Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir Sesalkan Keputusan Wasit
Swiss ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kolombia Lewat Adu Penalti
Messi Cetak Sejarah: Pemain Pertama dengan Assist di Enam Piala Dunia
Swiss Kunci Tiket Terakhir, Delapan Tim Siap Bertarung di Perempat Final Piala Dunia 2026