Lionel Messi kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola dunia. Kapten Argentina itu menjadi pemain pertama yang mencatatkan assist di enam edisi Piala Dunia berbeda, setelah membantu timnya bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menaklukkan Mesir 3-2 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026) waktu setempat.
Argentina sempat berada di ambang eliminasi. Mereka tertinggal 0-2 lewat gol Yasser Ibrahim pada menit ke-15 dan Mostafa Zico pada menit ke-67. Situasi semakin sulit setelah penalti Messi pada menit ke-21 berhasil digagalkan kiper Mesir, Mostafa Shobeir.
Namun, juara bertahan menunjukkan mental juara. Kebangkitan dimulai pada menit ke-79 ketika Messi mengirim umpan matang yang diselesaikan Cristian Romero menjadi gol. Assist itu langsung mengantar Messi mencatat sejarah sebagai pemain pertama yang memberikan assist dalam enam edisi Piala Dunia berbeda: Jerman 2006, Afrika Selatan 2010, Brasil 2014, Rusia 2018, Qatar 2022, dan Amerika Serikat-Kanada-Meksiko 2026.
Tak berhenti di situ, Messi juga mencetak gol penyeimbang pada menit ke-83 sebelum Enzo Fernandez memastikan kemenangan dramatis Argentina melalui gol pada menit 90 2.
Menurut data FIFA dan Fox Sports, assist kepada Romero juga menjadi assist kesembilan Messi sepanjang kariernya di Piala Dunia. Catatan itu membuatnya menjadi pemain dengan jumlah assist terbanyak dalam sejarah turnamen, melewati legenda Argentina Diego Maradona yang sebelumnya mengoleksi delapan assist.
Kontribusi Messi menjadi kunci kebangkitan Argentina setelah sempat berada dalam tekanan besar sepanjang pertandingan. Meski gagal mengeksekusi penalti di babak pertama, pemain berusia 39 tahun itu tetap mampu menunjukkan pengaruhnya dengan menciptakan assist bersejarah dan mencetak gol penyeimbang.
Kemenangan dramatis atas Mesir memastikan Argentina melaju ke babak perempat final sekaligus menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia yang diraih pada edisi sebelumnya. Di tengah perjalanan turnamen yang masih berlangsung, Messi kembali membuktikan dirinya sebagai sosok sentral Albiceleste. Selain terus menambah koleksi gol, ia juga memperpanjang daftar rekor individu yang memperkokoh statusnya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
Artikel Terkait
Kemenangan Argentina Atas Mesir Tuai Kontroversi, Wasit dan VAR Dituding Berat Sebelah
Kekalahan Dramatis dari Argentina, Pelatih Mesir Sesalkan Keputusan Wasit
Swiss ke Perempat Final Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Kolombia Lewat Adu Penalti
Kekalahan dari Argentina Picu Kemarahan Mesir, Pelatih Tuding FIFA Berpihak