Pelatih Kanada Protes Keras Keputusan VAR di Laga Piala Dunia

- Senin, 29 Juni 2026 | 04:00 WIB
Pelatih Kanada Protes Keras Keputusan VAR di Laga Piala Dunia

Pelatih timnas Kanada, Jesse Marsch, meluapkan kemarahannya setelah timnya tidak mendapatkan hadiah penalti dalam pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 melawan Afrika Selatan di Los Angeles Stadium. Insiden kontroversial yang melibatkan keputusan Video Assistant Referee (VAR) terjadi menjelang akhir babak pertama.

Pelanggaran bermula ketika pemain Afrika Selatan, Khuliso Mudau, melakukan tekel terhadap Richie Laryea di dalam kotak penalti saat ia hendak mengirimkan bola ke tengah area pertahanan. Meskipun para pemain dan staf pelatih Kanada menuntut tendangan penalti, wasit mengabaikan protes tersebut dan hanya memberikan tendangan gawang. Keputusan itu kemudian diperkuat oleh peninjauan VAR tanpa adanya instruksi peninjauan di pinggir lapangan.

Analis wasit dari ITV, Christina Unkel, menyatakan ketidaksetujuannya terhadap keputusan tersebut. "Saya lebih suka melihat penalti diberikan di sini. Selalu ada argumen bahwa pemain melangkah ke jalur umpan atau pergerakan kaki," ujarnya.

Unkel kemudian memberikan perbandingan dengan pertandingan lain untuk memperkuat pandangannya. "Contoh perbandingan yang baik adalah Brasil melawan Skotlandia, di mana Vinicius Junior, mereka memberikan pelanggaran untuk menghilangkan gol karena dia melangkah ke jalur langkah pemain itu," katanya.

Meskipun mengakui adanya standar penilaian yang sangat tinggi dari FIFA selama turnamen berlangsung, Unkel tetap menegaskan bahwa insiden tersebut seharusnya berbuah hukuman penalti. "Jadi ini adalah hal yang diperdebatkan. Kami telah melihat ambang batas yang sangat tinggi dari FIFA di turnamen ini. Namun, saya ingin ini menjadi penalti. Menurut pendapat pribadi saya, saya pikir ini adalah pelanggaran," tuturnya.

Akibat keputusan tersebut, Jesse Marsch yang terlihat sangat geram langsung menghampiri dan mengonfrontasi barisan wasit saat mereka berjalan menuju lorong stadion ketika waktu istirahat babak pertama tiba.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags