Timnas Tanjung Verde menorehkan sejarah baru di Piala Dunia 2026. Negara kepulauan kecil di Afrika Barat itu sukses melangkah ke babak 32 besar untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaannya di putaran final Piala Dunia.
Sayangnya, momen bersejarah tersebut tidak dapat dirasakan oleh bek sekaligus kapten PSM Makassar, Yuran Fernandes. Meski menjadi pemain andalan negaranya dalam beberapa tahun terakhir, Yuran tidak masuk dalam daftar pemain yang dipanggil memperkuat Tanjung Verde di Piala Dunia 2026.
Andaikan namanya masuk skuad, bek berusia 31 tahun itu berpeluang menghadapi Lionel Messi setelah Tanjung Verde dipastikan akan bertemu Argentina pada babak 32 besar.
Debutan yang Langsung Menorehkan Sejarah
Tanjung Verde memastikan tiket ke fase gugur setelah bermain imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Stadion Houston, Texas, Sabtu (27/6) WIB. Tambahan satu poin cukup mengantarkan Blue Sharks finis sebagai runner-up grup sekaligus memastikan tempat di babak 32 besar.
Pencapaian tersebut terasa sangat spesial karena merupakan penampilan perdana Tanjung Verde di putaran final Piala Dunia. Negara yang juga dikenal sebagai Cabo Verde itu hanya memiliki populasi sekitar 500 ribu jiwa, jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah penduduk Kota Makassar yang telah melampaui 1,4 juta orang. Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, Tanjung Verde kini tercatat sebagai salah satu negara dengan populasi paling sedikit yang berhasil lolos ke fase gugur Piala Dunia.
Konsisten Sejak Fase Grup
Perjalanan mereka menuju babak 32 besar dipenuhi hasil impresif. Pada laga pertama, mereka berhasil menahan imbang Spanyol tanpa gol. Selanjutnya, Tanjung Verde kembali menunjukkan mental kuat saat bermain imbang 2-2 melawan Uruguay meski sempat tertinggal. Di pertandingan terakhir, mereka kembali meraih hasil seri 0-0 saat menghadapi Arab Saudi.
Hasil tersebut semakin sempurna setelah Spanyol berhasil mengalahkan Uruguay sehingga posisi Tanjung Verde di peringkat kedua tidak lagi tergeser. Usai peluit panjang dibunyikan, para pemain langsung menunggu hasil pertandingan lain sebelum akhirnya berpesta merayakan kelolosan bersejarah tersebut.
Deroy Duarte Tak Percaya Bisa Mencetak Sejarah
Gelandang Deroy Duarte yang terpilih sebagai pemain terbaik pertandingan mengaku pencapaian tersebut terasa seperti mimpi. "Sejujurnya, ini terasa luar biasa. Saya seperti sedang bermimpi. Sejak kecil saya selalu bermimpi bermain di Piala Dunia. Menjadi pemain terbaik pertandingan sekaligus mencetak sejarah adalah sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan," ujar Deroy Duarte.
Keberhasilan tersebut juga langsung disambut sukacita oleh masyarakat Tanjung Verde, baik yang berada di negaranya maupun komunitas diaspora yang tersebar di berbagai belahan dunia.
Andai Yuran Fernandes Dipanggil...
Di tengah euforia tersebut, perhatian publik Indonesia turut tertuju kepada Yuran Fernandes. Bek yang selama beberapa musim menjadi pilar utama sekaligus kapten PSM Makassar itu memang memiliki paspor Tanjung Verde dan beberapa kali memperkuat tim nasional negaranya. Namun, untuk Piala Dunia 2026 kali ini namanya tidak masuk dalam skuad yang dibawa pelatih Tanjung Verde.
Andaikan Yuran mendapat panggilan, ia berpeluang menjadi pemain PSM Makassar yang tampil di fase gugur Piala Dunia sekaligus berhadapan langsung dengan Lionel Messi dan skuad juara bertahan Argentina.
Argentina Menjadi Tantangan Berikutnya
Perjalanan Tanjung Verde kini akan menghadapi ujian sesungguhnya. Di babak 32 besar mereka sudah ditunggu Argentina yang lolos sebagai juara Grup H sekaligus berstatus juara bertahan Piala Dunia. Secara kualitas, Argentina jelas lebih diunggulkan. Namun perjalanan Tanjung Verde selama fase grup membuktikan mereka mampu menyulitkan tim-tim besar.
Deroy Duarte pun menegaskan bahwa timnya tetap percaya diri menghadapi tantangan tersebut. "Sekarang kami ingin merayakannya dulu. Kami sangat bahagia. Semoga seluruh rakyat Tanjung Verde juga ikut bahagia. Mulai besok kami fokus ke pertandingan berikutnya. Lawannya Argentina, tentu laga yang berat. Tetapi kami harus percaya, apa pun mungkin terjadi," ujarnya.
Kini, seluruh perhatian akan tertuju pada duel antara Tanjung Verde dan Argentina. Meski datang sebagai tim debutan, Blue Sharks telah membuktikan bahwa mereka bukan sekadar pelengkap di Piala Dunia 2026 dan siap mencoba menghadirkan kejutan berikutnya saat menghadapi sang juara bertahan.
Artikel Terkait
26 Negara Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Tanjung Verde Kejutan Terbaru
Cape Verde Tantang Argentina di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
PSM Makassar Terancam Kehilangan Dua Pilar Asing ke Persebaya
26 Tim Lolos ke Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Enam Slot Masih Diperebutkan