Ekuador dan Pantai Gading Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Jerman dan Curacao

- Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:15 WIB
Ekuador dan Pantai Gading Lolos ke 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Kalahkan Jerman dan Curacao

Dua tim sekaligus memastikan tempat di babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah pertandingan pamungkas Grup E berlangsung sengit, Jumat dini hari WIB. Ekuador dan Pantai Gading menjadi tim yang berhak melanjutkan perjalanan, masing-masing setelah menaklukkan Jerman dan Curacao.

Ekuador menumbangkan Jerman dengan skor 2-1 di New York Stadium, New Jersey. Sementara itu, Pantai Gading membungkam Curacao 2-0 di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat. Hasil ini membuat peta persaingan Grup E tetap dipuncaki Jerman dengan enam poin, unggul selisih gol dari Pantai Gading di posisi kedua. Ekuador sendiri berada di peringkat ketiga dengan koleksi empat poin, namun lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.

Laga Ekuador melawan Jerman tercatat sebagai pertandingan spesial. Disaksikan 80.663 penonton di MetLife Stadium, laga ini turut memecahkan rekor total kehadiran penonton Piala Dunia sepanjang sejarah. Menurut laporan FIFA, jumlah penonton yang hadir hingga laga ke-56 mencapai 3.605.357 orang.

Jalannya pertandingan diwarnai gol cepat Leroy Sane pada menit kedua memanfaatkan umpan Florian Wirtz. Keunggulan Jerman tidak bertahan lama. Nilson Angulo menyamakan kedudukan lewat tendangan jarak jauh pada menit kesembilan, sebelum Gonzalo Plata memastikan kemenangan Ekuador di menit ke-77.

Pelatih Ekuador, Sebastian Beccacece, langsung berlari ke arah tribun untuk merayakan kemenangan yang ia sebut bersejarah. Ini menjadi kali kedua Ekuador menembus fase gugur setelah edisi 2006.

“Saya mengundang semua orang untuk tetap bersatu,” ujar Beccacece. “Itulah yang kami lakukan hari ini.”

Kekalahan ini memutus rekor 11 kemenangan beruntun Jerman. Kapten Joshua Kimmich tidak menampik bahwa timnya banyak melakukan kesalahan sendiri. Ia menyoroti kebiasaan tim yang kerap kehilangan bola dan membuka peluang bagi lawan.

“Kami terus mengundang lawan untuk menyerang dengan kehilangan bola, yang membuat mereka semakin kuat,” kata Kimmich. “Untungnya, ini tidak banyak mengubah posisi kami. Tapi kami tidak boleh kalah lagi. Itu sudah jelas. Kami tidak boleh kebobolan satu atau dua gol setiap pertandingan. Kami harus meminimalkan jumlah kehilangan bola, dan kami bisa mengalahkan siapa pun.”

Kimmich juga menambahkan bahwa perbedaan di lapangan malam itu adalah lawan lebih menginginkan kemenangan. “Perbedaan hari ini adalah lawan lebih ingin menang daripada kami,” tuturnya.

Pernyataan itu langsung dibantah pelatih Jerman, Julian Nagelsmann. Ia menilai anggapan tersebut terlalu menyederhanakan masalah. “Ekuador lebih menginginkannya daripada kami? Itu omong kosong,” tegas Nagelsmann.

Nagelsmann juga membela keputusan rotasi dan pergantian pemain yang dilakukannya pada babak kedua, termasuk memasukkan Malick Thiaw menggantikan Kimmich. “Tentu saja kami melakukan pergantian pemain secara berbeda dari yang seharusnya mungkin pada saat-saat ketika kami benar-benar membutuhkan gol lain. Tapi saya tidak bisa mengatakan kepada pemain mana pun bahwa dia tidak memberikan segalanya. Itu terlalu sederhana bagi saya,” jelasnya.

Mantan pelatih Bayern Munich itu menekankan bahwa pelajaran paling berharga dari kekalahan ini adalah soal kesabaran. “Pelajaran terpenting yang bisa kami ambil adalah kesabaran,” ujarnya. “Saat Anda memulai dengan sangat baik, kami harus lebih fokus pada kesabaran. Jika kami unggul, kami harus lebih tenang dalam situasi tertentu.”

Di sisi lain, kemenangan Pantai Gading ditentukan oleh aksi Nicolas Pepe. Ia memborong dua gol pada menit ke-7 dan ke-64 setelah menerima umpan dari Yan Diomande dan Ibrahim Sangare.

Jerman dijadwalkan akan memainkan pertandingan babak 32 besar pada hari Senin di Foxborough, Massachusetts. Lawan yang mungkin dihadapi adalah Paraguay, Australia, atau Swedia.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags