Laga pamungkas Grup H Piala Dunia 2026 akan mempertemukan dua tim yang bernasib berbeda: Tanjung Verde, sang debutan yang kejutan, melawan Arab Saudi yang tengah terluka. Pertandingan di Stadion NRG, Houston, Amerika Serikat, pada Jumat waktu setempat ini tak ubahnya final mini. Bagi Tanjung Verde, kemenangan adalah tiket langsung ke babak 32 besar. Bagi Arab Saudi, hasil serupa adalah satu-satunya jalan untuk tetap bermimpi.
Data dari superkomputer Opta menempatkan Tanjung Verde sebagai tim yang sedikit lebih diunggulkan. Probabilitas kemenangan mereka mencapai 38 persen, unggul tipis dari Arab Saudi yang berada di angka 35,8 persen. Adapun kemungkinan laga berakhir imbang tercatat sebesar 26,1 persen. Angka ini bukan tanpa dasar. Sepanjang turnamen, skuat asuhan Bubista itu telah menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.
Pada dua laga awal, Tanjung Verde sukses menahan imbang Spanyol tanpa gol dan bermain sama kuat 2-2 melawan Uruguay. Dua hasil ini menjadi modal berharga. Mereka tercatat menghadapi 44 tembakan dalam dua pertandingan tersebut, namun hanya sembilan yang mengarah tepat sasaran. Lebih dari itu, mereka menorehkan sejarah sebagai tim debutan pertama yang tak terkalahkan di dua laga pembuka sejak Senegal melakukannya pada 2002.
“Kami datang ke sini untuk bersaing, bukan sekadar jadi pelengkap,” ujar Bubista, pelatih Tanjung Verde, dalam konferensi pers jelang laga. Ia menekankan bahwa timnya tidak akan mengubah pendekatan meski hanya membutuhkan hasil imbang untuk lolos.
Di sisi lain, Arab Saudi berada dalam tekanan besar. Kekalahan telak 0-4 dari Spanyol pada laga kedua membuat posisi mereka kritis. Sebelumnya, The Green Falcons hanya mampu bermain imbang 1-1 kontra Uruguay. Kini, mereka wajib menang. Catatan sejarah pun tak berpihak: Arab Saudi telah kebobolan 49 gol dari 21 pertandingan Piala Dunia dan gagal mencatatkan clean sheet dalam 18 laga terakhir mereka.
Pelatih Arab Saudi, Georgios Donis, diprediksi akan kembali ke formasi 4-4-2 yang lebih ofensif. Mohamed Kanno di lini tengah kemungkinan besar akan dimainkan setelah sebelumnya Donis menggunakan skema lima bek saat melawan Spanyol. “Kami harus berani mengambil risiko,” ujar Donis. “Tidak ada pilihan lain selain menang.”
Tanjung Verde harus menghadapi laga ini tanpa bek kiri Sidney Lopes Cabral yang terkena akumulasi kartu kuning. Sementara itu, kondisi gelandang Telmo Arcanjo masih diragukan akibat cedera. Meski demikian, semangat tim debutan ini tetap tinggi. Mereka sadar, satu langkah lagi menuju babak gugur adalah pencapaian yang melampaui ekspektasi banyak pihak.
Artikel Terkait
Spanyol Hadapi Uruguay di Laga Penentuan Grup H, Imbang Cukup untuk Lolos ke 32 Besar
Timnas Voli Putra Indonesia Tantang Tuan Rumah India di Semifinal AVC Cup 2026
Prancis Hajar Norwegia 4-1, Sempurnakan Fase Grup Piala Dunia 2026 dengan Poin Penuh
Hattrick Dembele Bawa Prancis Juara Grup I Piala Dunia 2026, Irak Tersingkir