Ekuador mencatatkan kejutan besar di Piala Dunia U-20 dengan menundukkan Jerman 2-1 pada laga pamungkas Grup E. Hasil ini tidak hanya membalikkan prediksi banyak pihak, tetapi juga memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik.
Gol kemenangan Ekuador dicetak oleh pemain sayap Gonzalo Plata pada menit ke-77. Sebelumnya, Jerman sempat unggul cepat lewat gol Leroy Sane yang tercipta hanya di menit kedua. Namun, Ekuador tidak butuh waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Angulo mencetak gol penyeimbang pada menit kesembilan, membangkitkan kembali asa timnya.
Plata, yang menjadi pahlawan kemenangan Ekuador, mengaku tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia menceritakan perjuangan berat yang harus dilalui timnya sepanjang turnamen.
“Ini sangat indah. Sebelum Piala Dunia dimulai, kami berharap bisa melakukannya, dan itu terjadi dengan cara yang berbeda [dari yang diharapkan] karena kami banyak menderita. Kami terlalu banyak menderita di dua pertandingan pertama,” ujarnya dalam wawancara dengan BBC Live.
“Semua orang menginginkan kualifikasi ke babak selanjutnya, dan mungkin itu bisa saja lebih cepat, tapi lebih baik begini. Kami datang dengan rasa lapar dan kami harus menunjukkan segalanya,” lanjutnya.
Meskipun sempat tertinggal di awal laga, Plata menegaskan bahwa mentalitas timnya tidak pernah goyah. Ia menekankan pentingnya perjuangan hingga peluit akhir berbunyi.
“Tidak masalah apa yang terjadi di awal. Dari menit pertama jika kami tidak bisa mencetak gol, kami harus menderita sampai menit terakhir, dan kemudian kami harus menderita sampai akhir pertandingan terakhir. Syukurlah, Tuhan memberikannya kepada kami,” tuturnya.
Plata juga menyoroti kekompakan tim sebagai kunci utama keberhasilan ini. Ia menyebut skuad Ekuador memiliki keyakinan yang luar biasa besar.
“Kami sangat percaya. Kami memiliki banyak keyakinan. Kami percaya kepada Tuhan, kami percaya pada rekan satu tim yang kami miliki di sini, kami memiliki 26 pemain yang akan memberikan hidup mereka,” katanya.
Tak lupa, ia melontarkan pujian setinggi langit kepada para pendukung Ekuador yang selalu setia memberi dukungan. Menurutnya, kehadiran mereka menjadi energi tambahan yang sangat berarti.
“Dan orang-orang yang ada di sini, sungguh luar biasa, memenuhi stadion di mana pun kami pergi. Mereka membuat kami merasa seperti tim tuan rumah. Ini jauh lebih dari sekadar kami,” tegasnya.
Di sisi lain, kekalahan ini tidak menghalangi Jerman untuk tetap keluar sebagai juara Grup E. Dengan koleksi enam poin, mereka unggul head to head atas Pantai Gading yang juga mengoleksi poin sama. Ekuador sendiri finis di posisi ketiga dengan raihan empat poin, cukup untuk memastikan tiket ke fase gugur sebagai salah satu dari empat tim peringkat ketiga terbaik. Sementara itu, Curacao harus puas menjadi juru kunci grup dengan hanya mengumpulkan satu poin.
Artikel Terkait
Prancis vs Norwegia: Duel Mbappe dan Haaland di Laga Pamungkas Grup I Piala Dunia 2026
Gol Debutan 16 Tahun di Menit Akhir Bawa Colo Colo Kalahkan O’Higgins 3-2
Uruguay Terjepit di Grup H, Wajib Kalahkan Spanyol untuk Lolos ke Babak 32 Besar
Australia Vs Paraguay Perebutkan Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia 2026