Organisasi Maritim Internasional (IMO) memutuskan untuk menangguhkan sementara operasi evakuasi kapal di Selat Hormuz. Langkah ini diambil setelah sebuah kapal kargo dilaporkan menjadi sasaran serangan di perairan Teluk Oman.
Kapal yang diserang adalah Ever Lovely, sebuah kapal kargo berbendera Singapura. Menurut keterangan dari Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), insiden terjadi pada Kamis saat kapal tersebut tengah berupaya melintasi Selat Hormuz melalui perairan Oman. Kapal dilaporkan terkena proyektil di sisi kanan lambungnya, sekitar 14 kilometer di tenggara pelabuhan Dahit, Oman.
Sejumlah sumber menyampaikan kepada kantor berita Reuters bahwa serangan terhadap Ever Lovely kemungkinan besar dilakukan oleh drone milik Iran. Meski demikian, kapal tersebut bukan bagian dari misi evakuasi yang tengah dijalankan oleh IMO.
Misi evakuasi itu sendiri baru dimulai pada Selasa lalu. IMO, yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa, berupaya mengevakuasi ratusan kapal yang terdampar akibat penutupan Selat Hormuz. Penutupan ini dipicu oleh pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Iran. Sekitar 600 kapal dengan total 11.000 pelaut tercatat sebagai bagian dari operasi tersebut.
Untuk mengevakuasi kapal-kapal itu, IMO menyiapkan dua jalur alternatif: satu melalui perairan Iran dan satu lagi melalui perairan Oman. Namun, Iran kemudian menegaskan bahwa kapal-kapal hanya diizinkan melintas melalui rute yang berada di bawah kendali mereka.
Keputusan untuk menunda evakuasi diumumkan langsung oleh Sekretaris Jenderal IMO, Arsenio Dominguez. Dalam pernyataannya, ia menekankan perlunya memastikan kembali jaminan keselamatan bagi semua kapal di wilayah tersebut. “Saya telah memutuskan untuk menunda sementara pelaksanaan [rencana evakuasi] untuk memastikan kembali bahwa jaminan keselamatan yang diperlukan tetap berlaku untuk kapal-kapal dalam daftar evakuasi kami, serta semua kapal di wilayah tersebut,” ujar Dominguez.
Artikel Terkait
Penerimaan Negara dari Ekonomi Digital Capai Rp52,85 Triliun hingga Mei 2026, PPN PMSE Jadi Kontributor Utama
Dudung Abdurachman Desak Hukuman Maksimal bagi Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung
Kabut Mistis Ranu Kumbolo Ternyata Fenomena Inversi Suhu, Begini Penjelasan Ilmiahnya
Tanah Longsor Terjang Pemukiman Padat di Bendungan Hilir, Satu Rumah Rusak Parah