Timnas Kongo Wajib Isolasi 21 Hari Sebelum ke Piala Dunia 2026 Akibat Wabah Ebola

- Minggu, 24 Mei 2026 | 06:15 WIB
Timnas Kongo Wajib Isolasi 21 Hari Sebelum ke Piala Dunia 2026 Akibat Wabah Ebola

Kabar buruk menghampiri Timnas Kongo yang baru saja memastikan tiket ke Piala Dunia 2026. Seluruh pemain dan staf pelatih diwajibkan menjalani isolasi ketat selama 21 hari sebelum bertolak ke Amerika Serikat, menyusul merebaknya kembali wabah Ebola varian Bundibugyo di negara mereka.

Kongo sebelumnya sukses mengukuhkan diri sebagai salah satu peserta Piala Dunia 2026 setelah melewati babak playoff antarkonfederasi dan mengalahkan Jamaika di partai final. Keberhasilan itu sekaligus mengakhiri penantian panjang selama 52 tahun, karena terakhir kali Kongo tampil di ajang sepak bola tertinggi dunia itu adalah pada edisi 1974.

Namun, euforia itu kini terusik oleh ancaman kesehatan yang serius. Laporan terbaru menyebutkan terdapat 750 kasus suspek Ebola dan 177 dugaan kematian akibat virus tersebut di Kongo. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan telah menaikkan tingkat risiko penyebaran Ebola di negara itu menjadi “sangat tinggi” pada Jumat pekan lalu.

Situasi darurat ini memaksa sejumlah agenda publik yang sempat direncanakan untuk menyambut keberhasilan tim nasional dibatalkan. Acara bersama Presiden Felix Tshisekedi di ibu kota Kinshasa dan sesi latihan terbuka yang sebelumnya dijadwalkan akhirnya ditiadakan demi mencegah potensi penularan.

Di sisi lain, masalah semakin kompleks setelah Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menerapkan aturan yang sangat ketat. Seluruh anggota rombongan Kongo, termasuk pemain dan staf pendukung, diwajibkan menjalani isolasi selama 21 hari penuh sebelum diizinkan memasuki wilayah Amerika Serikat untuk mengikuti Piala Dunia 2026. Ketentuan ini berlaku bagi semua pemegang paspor non-Amerika Serikat yang pernah berada di Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam kurun waktu 21 hari terakhir.

Kongo sendiri telah menjadwalkan laga uji coba melawan Denmark di Belgia dan Chile di Spanyol sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen. Namun, dengan adanya aturan isolasi tersebut, skuad berjuluk The Leopards itu diperkirakan baru bisa tiba di Houston pada 11 Juni 2026. Enam hari berselang, mereka harus menghadapi Portugal pada laga perdana Grup K.

Direktur Eksekutif Gugus Tugas Piala Dunia Gedung Putih, Andrew Giuliani, menegaskan bahwa aturan tersebut bersifat mutlak dan wajib dipatuhi.

“Kami sudah sangat jelas kepada Kongo agar menjaga integritas gelembung isolasi selama 21 hari sebelum mereka bisa datang ke Houston pada 11 Juni,” kata Giuliani kepada ESPN.

“Kami juga sudah menegaskan kepada pemerintah Kongo, jika mereka harus menjaga gelembung itu atau berisiko tidak bisa bepergian ke Amerika Serikat,” sambungnya.

Meskipun dihadapkan pada tekanan regulasi yang ketat, pihak timnas Kongo memastikan bahwa program persiapan tetap berjalan normal. Seorang juru bicara tim menyatakan kepada Al Jazeera bahwa tidak ada pemain dalam skuad yang berasal dari Kongo, sehingga risiko penularan dari dalam negeri dapat diminimalkan. Mayoritas pemain Kongo memang tercatat bermain di klub-klub Eropa, seperti Aaron Wan-Bissaka, Yoane Wissa, Cedric Bakambu, dan Arthur Masuaku.

Kongo tergabung dalam Grup K Piala Dunia 2026 bersama Portugal, Kolombia, dan Uzbekistan. Dengan segala keterbatasan yang ada, perjuangan mereka untuk tampil di panggung dunia kini tidak hanya bergantung pada kemampuan di lapangan, tetapi juga pada kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar