Persib Bandung resmi mengunci gelar juara Liga Super Indonesia musim 2025/2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (23/5) sore WIB. Hasil seri tersebut cukup untuk membawa tim berjuluk Maung Bandung finis di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin, menyamai torehan Borneo FC. Namun, keunggulan head-to-head atas tim asal Kalimantan Timur itu menjadi penentu gelar juara. Pelatih Bojan Hodak, yang kembali mencatatkan namanya dalam sejarah klub, mengakui bahwa perjalanan musim ini jauh lebih berat dibandingkan musim lalu.
Keberhasilan ini sekaligus menorehkan tinta emas bagi sepak bola nasional. Persib menjadi satu-satunya tim Indonesia yang mampu meraih hattrick juara di era modern Liga Indonesia. Prestasi tersebut tidak lepas dari peran sentral Hodak, pelatih asal Kroasia yang kini menjadi satu-satunya arsitek yang berhasil membawa Persib juara tiga musim berturut-turut.
Pascapertandingan, Hodak mengungkapkan bahwa kunci utama keberhasilan timnya musim ini terletak pada solidnya lini pertahanan. Sepanjang 34 pertandingan, gawang Persib hanya kebobolan 22 gol sebuah catatan yang menurutnya sangat krusial dalam menentukan hasil akhir musim.
“Saya pikir pertahanan kami yang membawa kami meraih gelar tahun ini. Kami mengatakan bahwa jika tidak kebobolan gol, kami akan tetap menjadi juara,” jelas Hodak.
“Kami menciptakan peluang, tetapi tidak mencetak gol. Namun, pada akhirnya, pertahanan selalu menjadi bagian terbaik dari permainan kami,” tambahnya.
Di sisi lain, Hodak mengakui bahwa musim ini merupakan tantangan terbesar bagi Persib dibandingkan dua musim juara sebelumnya. Meskipun melakukan perombakan besar pada komposisi pemain, karakter juara tetap terjaga dan mampu dipertahankan hingga akhir kompetisi.
“Jadi ini jauh lebih sulit daripada tahun lalu. Tetapi Anda lihat, kami mengganti banyak pemain, namun entah bagaimana karakter itu tetap ada,” beber Hodak.
Saat ditanya mengenai masa depan kariernya bersama Persib, Hodak memilih untuk tidak terburu-buru mengambil keputusan. Ia lebih memilih menikmati momen kemenangan yang telah diraih.
“Saya tidak tahu. Rencana saya hanya untuk malam ini. Untuk besok, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan. Mari kita nikmati momen ini, lalu kita akan memikirkan tahun depan dan segalanya,” katanya.
Sementara itu, perayaan besar telah disiapkan untuk menyambut keberhasilan bersejarah ini. Pawai juara akan digelar di Kota Bandung pada Minggu (24/5), dengan rute mulai dari Gedung Sate hingga berakhir di Gedung Merdeka. Prosesi angkat trofi akan berlangsung di Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Jalan Asia Afrika, tepat di depan Gedung Merdeka.
Artikel Terkait
Saddil Ramdani Ukir Sejarah, Gelandang Asal Muna Persembahkan Gelar Juara Liga 1 Pertama untuk Persib Bandung
Kiandra Ramadhipa Tembus Start Baris Depan Kualifikasi Moto3 Junior Barcelona
Timnas Kongo Wajib Isolasi 21 Hari Sebelum ke Piala Dunia 2026 Akibat Wabah Ebola
John Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Tak Ingin Sesumbar soal Juara Piala AFF 2026, Pilih Fokus Proses