PSM Makassar Hadapi Laga Hidup Mati Lawan Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi

- Senin, 27 April 2026 | 07:00 WIB
PSM Makassar Hadapi Laga Hidup Mati Lawan Bali United demi Jauh dari Zona Degradasi

MAKASSAR Tekanan di papan bawah makin terasa. PSM Makassar sekarang bersiap buat laga berat lawan Bali United. Targetnya jelas: ambil poin, atau makin dekat dengan jurang degradasi. Nggak ada tawar-menawar soal itu.

Keadaan tim Juku Eja memang lagi nggak ideal-ideal banget. Memang, mereka baru menang penting lawan Persik Kediri. Tapi ancaman masih menganga. Koleksi 31 poin belum bikin mereka aman. Selisihnya tipis banget sama Madura United yang ada di zona merah. Jadi, setiap pertandingan yang tersisa rasanya kayak final.

Di tengah situasi genting begini, perhatian banyak tertuju ke Alex Tanque. Dia penyerang asing, ujung tombak andalan. Wajar kalau ekspektasi tinggi padanya. Tapi masalahnya, kontribusi gol yang diharapkan belum juga datang secara konsisten. Malah, pemain lain yang lebih sering nyumbang gol. Ironisnya, seorang bek kayak Yuran Fernandes aja bisa ikutan bikin gol. Ini makin nunjukin betapa tumpulnya lini depan PSM belakangan ini.

Namun begitu, Alex Tanque nggak nutup mata. Ia malah menunjukkan sikap profesional. Ia menegaskan kalau timnya siap tempur di Bali nanti.

“Ya, memang betul persiapan kami singkat dari game terakhir menuju ke game melawan Bali ini. Namun, kami sudah sempat istirahat, berlatih, dan juga melakukan perjalanan ke sini,” ujarnya.

Pernyataan itu gambaran kondisi tim yang harus pintar-pintar atur ritme di tengah jadwal padat. Waktu buat evaluasi mendalam memang mepet. Tapi setidaknya cukup buat jaga kebugaran dan fokus.

Alex juga sadar, tantangan yang dihadapi nggak enteng. Bali United itu tim agresif, apalagi main di kandang sendiri. Reputasi mereka di sana serem.

“Saya percaya Bali adalah tim yang bagus, namun kita memiliki kepercayaan diri untuk memenangkan satu poin atau bahkan tiga poin. Untuk itu, kami harus bertarung besok dan melihat setiap pertandingan yang tersisa, terutama pertandingan ini karena seperti final,” ucapnya.

Kalimat “seperti final” itu bukan retorika belaka. Di klasemen sekarang, setiap laga memang bobotnya gede banget. Kehilangan poin bisa bikin mereka terpeleset ke zona degradasi. Situasi yang pastinya ingin dihindari tim sebesar PSM.

Di sisi lain, tantangannya nggak cuma dari tekanan klasemen. Bali United kuat secara kolektif dan punya skuad dalam. Meski beberapa pemain inti absen, kualitas mereka nggak banyak turun. Alex Tanque juga sadar soal ini. Tapi ia milih nggak ambil pusing soal siapa yang main lawan nanti.

“Saya kira tidak terlalu penting siapa yang main. Saya lebih menekankan kepada tim kita harus main dengan baik. Karena siapa pun yang akan bermain di Bali, tidak akan membuat perubahan besar atau selisih besar dalam hal kualitas, karena Bali punya tim yang bagus,” tegasnya.

Cara pandang kayak gini nunjukin kedewasaan. Daripada sibuk menganalisis lawan, ia lebih fokus ke performa tim sendiri. Itu yang sering jadi pembeda di laga-laga krusial.

Dari sisi teknis, PSM juga nggak diem aja. Pelatih sementara Ahmad Amiruddin udah ngasih peringatan. Kekuatan utama Bali United ada di lini serang yang eksplosif, terutama pas main kandang.

“Kita sama-sama tahu Bali dalam kepercayaan diri yang tinggi… Itu sinyal buat kami, secara attacking Bali punya kualitas dan itu yang harus kami antisipasi,” ujarnya.

Pernyataan itu cocok sama fakta di lapangan. Bali United sering menang besar di kandang, bahkan dengan skor mencolok kayak 6-1 dan 4-1 di beberapa laga sebelumnya. Artinya, lini belakang PSM harus kerja ekstra keras.

Tapi, PSM juga bawa modal positif. Kemenangan atas Persik Kediri jadi suntikan moral. Dalam situasi penuh tekanan kayak gini, kepercayaan diri bisa jadi pembeda.

“Ini yang coba kami jaga situasinya. Semoga dengan bermain maksimal, kami bisa memperbaiki posisi di klasemen,” tambah Amiruddin.

Meski begitu, ia tetap realistis. Kondisi skuad belum ideal ada yang cedera, ada yang kebugarannya kurang. Ia harus memaksimalkan siapa pun yang tersedia.

“Pada prinsipnya persiapan kurang ideal, ada beberapa pemain yang tidak bisa tampil besok, tapi kami tidak bisa menyampaikan. Nanti dilihat saja kalau DSP-nya sudah keluar, kalau mereka tidak ada di DSP berarti berhalangan hadir mungkin karena sakit atau cedera,” jelasnya.

Ini nunjukin kalau PSM nggak cuma bertarung lawan Bali United. Mereka juga bertarung lawan keterbatasan sendiri.

Pada akhirnya, laga ini bukan cuma soal tiga poin. Ini soal bertahan, soal harga diri, dan soal bukti kalau mereka layak tetap di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

Bagi Alex Tanque, ini momen pembuktian. Bagi PSM Makassar, ini ujian karakter.

Dan buat para pendukungnya, ini harapan yang masih ingin terus dijaga setidaknya sampai peluit akhir musim benar-benar berbunyi.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar