Artinya, waktu persiapan mereka untuk musim 2026-2027 bakal sangat terbatas. Padat banget.
Maka, wacana untuk sama sekali tidak mengadakan tur pun mulai muncul. Main satu laga jarak jauh, kalau nggak diatur bagus-bagus, justru bisa bikin persiapan tim berantakan. Capek perjalanan, adaptasi iklim, risiko cedera semua itu mesti dihitung.
Di sisi lain, Barcelona punya track record yang jelas: mereka sering banget ngambil laga persahabatan yang nilai komersialnya tinggi. Uang, jujur saja, sering jadi pertimbangan utama. Dilema klasik antara isi kas dan kondisi fisik pemain.
Jadi, sekarang semuanya tergantung pembahasan internal klub. Barcelona dituntut untuk pintar menyeimbangkan dua hal: kebutuhan dana yang mendesak, dan kesiapan skuad agar tetap bisa bersaing ketat musim depan. Keputusan akhirnya? Kita tunggu saja.
Artikel Terkait
Turnamen Domino di Palangka Raya Jadi Ajang Pencarian Atlet untuk Kejurnas 2026
Hodak Ingatkan Persib Tak Boleh Lengah Meski Puncaki Klasemen
Timnas Indonesia U-17 Turunkan Skuad Terbaik Hadapi Timor Leste di Piala AFF
Doohan Peringatkan Potensi Gesekan Jika Marquez dan Acosta Jadi Rekan Setim di Ducati