Menurut Prabowo, ada hal yang jauh lebih krusial daripada sekadar mengejar panggung Olimpiade. Yakni menjaga kemurnian dan mutu dari pencak silat itu sendiri. "Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar. Itu sudah terbukti," paparnya. Ia mencontohkan bagaimana banyak negara lain yang justru datang ke Indonesia untuk mempelajari seni bela diri asli Nusantara ini, dan kerap menjadi juara.
Sebelumnya, Prabowo juga menyampaikan terima kasih atas dukungan selama lima periode ia memimpin. Ia mengakui, dalam tiga tahun terakhir aktivitasnya di depan memang berkurang. Tapi dukungan dari belakang, terlebih kini sebagai Presiden, akan tetap mengalir. "Saya kira pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi," ucapnya penuh keyakinan.
Di sisi lain, meski tak lagi menjabat, Prabowo menegaskan komitmennya tidak luntur. Ia berjanji akan terus memperhatikan dan mendukung langkah PB IPSI ke depannya. "Pasti saya akan dukung," pungkas orang nomor satu di Indonesia itu, menutup sambutannya.
Acara kemudian berlanjut dengan agenda berikutnya. Suasana di hall JICC pun kembali ramai, meninggalkan kesan mendalam dari permintaan maaf sekaligus wejangan dari sang mantan ketum.
Artikel Terkait
Doohan Peringatkan Potensi Gesekan Jika Marquez dan Acosta Jadi Rekan Setim di Ducati
Sugiono Terpilih Aklamasi Pimpin IPSI, Erick Thohir Dorong Pencak Silat Go Internasional
Timnas Futsal Indonesia Runner-up Piala AFF 2026, Takluk 1-2 dari Thailand
Genoa Menang Dramatis 2-1 Atas Sassuolo dalam Laga Penuh Insiden