Tapi sesuatu berubah. “Tapi lihatlah, melawan tim sekelas Italia yang bertahan bagus bahkan dengan sepuluh pemain, kami justru percaya diri. Kepercayaan itu muncul sejak menit pertama, dan itu kunci,” jelasnya.
Pembicaraan kemudian beralih ke keputusan berani Barbarez pada laga sebelumnya. Saat menang adu penalti atas Wales, Kamis lalu, ia menunjuk bocah 18 tahun, Kerim Alajbegović, sebagai eksekutor.
“Sebenarnya sempat terpikir untuk menurunkan Kerim dari awal, menggantikan Esmir Bajraktarević yang habis bermain 120 menit melawan Wales,” papar Barbarez.
“Tapi akhirnya kami putuskan untuk menyimpannya sebagai bagian dari rencana cadangan. Dia baru 18 tahun, musim senior pertamanya. Kadang-kadang, hal-hal seperti ini perlu dicoba. Dia paham situasinya, kami sudah bicara panjang lebar.”
“Saya juga ingin menghemat tenaga Benja Tahirović. Ya, begitulah keputusannya,” tandas pelatih itu, menutup penjelasan.
Artikel Terkait
Irak Kalahkan Bolivia 2-1, Rebut Tiket Terakhir Piala Dunia 2026
PSM Makassar Terancam Eksodus, 11 Pemain Kunci Kontrak Habis
Dony Tri Pamungkas Bersinar di FIFA Series, Dipuji Pelatih dan Rekan Setim
Italia Gagal ke Piala Dunia 2026, Gattuso Minta Maaf Usai Kalah dari Bosnia