Hingga pekan ke-27, situasi timnya masih terbilang genting. Mereka tertahan di posisi kelima dengan 47 poin. Peluang itu masih ada, ya. Tapi tekanan untuk menang di setiap sisa laga sekarang sudah tidak terelakkan lagi. Verdonk menegaskan, seluruh skuad punya tekad yang sama. Setiap pertandingan ke depan, baginya, adalah final kecil yang menentukan nasib akhir klub.
Di sisi lain, ada angin segar yang bisa jadi modal. Kepercayaan diri Lille sedang naik setelah mencatatkan hasil positif melawan Marseille pada 22 Maret lalu. Kemenangan 2-1 di markas sendiri itu bukan sekadar angka.
“Pertandingan terakhir kami menang dan kami melakukan pekerjaan yang bagus,” ujar Verdonk. Performa itu, menurutnya, menunjukkan kualitas sebenarnya yang dimiliki tim.
Nah, ujian sesungguhnya akan segera datang. Jadwal terdekat mereka adalah laga krusial melawan Lens. Pertarungan di Stade Pierre-Mauroy, Villeneuve-d'Ascq, pada 5 April 2026 nanti, diprediksi bakal menjadi penentu. Hasilnya bisa mengerek atau justru menjungkirkan langkah Lille dalam perburuan tiket itu. Satu hal yang pasti: jika konsistensi bisa dijaga, peluang untuk masuk empat besar masih terbuka lebar.
Artikel Terkait
Italia Gagal ke Piala Dunia Lagi, Tumbang dari Bosnia di Playoff
Brian Uriarte Puas Raih Poin di Austin, Persaingan Sengit dengan Veda Ega Berlanjut
Italia Tersingkir, Bosnia Lolos ke Piala Dunia 2026 Lewat Drama Adu Penalti
Filipina Gagal Lolos ke Piala Asia 2027 Usai Imbang Lawan Tajikistan