LIVERPOOL Kabar itu berhembus pelan tapi pasti: Mohamed Salah mungkin akan kembali ke Serie A. Klub lamanya, AS Roma, disebut-sebut punya minat. Tapi, ada satu syarat besar yang menggantung. Sang bintang harus rela memangkas gajinya secara drastis.
Baru-baru ini, lewat sebuah unggahan di media sosial yang penuh perasaan, Salah mengucapkan selamat tinggal pada Liverpool dan para pendukungnya. Rasanya seperti akhir dari sebuah era yang gemilang.
Padahal, musim panas lalu ia baru saja menandatangani kontrak dua tahun. Kontrak itu takkan diselesaikannya. Pemain berusia 33 tahun itu memutuskan untuk berpisah lebih awal.
Kedatangannya dari Roma di tahun 2017 dulu bagaikan angin segar. Selama bertahun-tahun di Merseyside, dia bukan sekadar pemain. Dia adalah legenda yang membantu membangkitkan kejayaan The Reds. Dua gelar Liga Premier, satu Liga Champions, dua Piala Carabao, dan satu Piala FA telah ia persembahkan.
Tak cuma itu. Penghargaan individu juga berhasil diraihnya. Tiga kali Pemain Terbaik PFA dan empat Sepatu Emas Premier League adalah bukti kehebatannya. Dia adalah ikon modern klub itu.
Lalu, ke mana dia akan pergi? Andy Brassell dari talkSPORT mencoba menerka-nerka.
"Uang itu penting, ya. Untuk siapa pun. Tapi kalau uang jadi satu-satunya tujuan Mo Salah, seharusnya dia sudah lama pindah ke Arab Saudi," ujarnya.
"Faktanya, kita hampir tak pernah benar-benar tahu apa yang ada di pikiran dia. Dia sangat tertutup soal ini."
Brassell melanjutkan, "Banyak yang mengira dia akan ke Arab Saudi karena dia superstar dari dunia Arab. Tapi dia bertahan di Liverpool dengan alasan yang kuat. Dia tak perlu membuktikan apa-apa lagi di sini."
"Dari sisi romantis, kembali ke Roma itu indah. Aku suka ide itu. Bayangkan dia menghabiskan tahun-tahun terakhir kariernya di Stadio Olimpico dengan seragam Roma. Dia pasti akan jadi pemain terbaik di liga."
Di sisi lain, ada contoh perpindahan pemain bintang baru-baru ini. Kevin De Bruyne, misalnya, hengkang dari Manchester City dan bergabung dengan Napoli secara gratis. Klub Italia itu bahkan menawarkannya nomor punggung 10 milik legenda Diego Maradona. Tapi De Bruyne menolak, memilih nomor 11 sebagai bentuk penghormatan.
Artikel Terkait
Jay Idzes Soroti Energi dan Taktik Baru John Herdman di Debutnya dengan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
PSM Makassar Targetkan Lima Kemenangan Beruntun di April untuk Hindari Degradasi