Meski sempat cedera hamstring, dalam 11 penampilannya di Serie A, ia sudah cetak empat gol dan masih bisa tampil di Liga Champions.
Nah, soal gaji, inilah persoalan utamanya. Pemain dengan bayaran tertinggi di Italia saat ini adalah Dusan Vlahovic dari Juventus, yang digaji sekitar €22,2 juta per tahun. Sementara di Roma, pemain bergaji tertinggi adalah Paulo Dybala, dengan sekitar €7 juta per tahun.
Angka itu jauh di bawah yang diterima Salah di Premier League, yang mencapai £21 juta per tahun. Penurunan yang sangat signifikan.
Namun begitu, Brassell punya pandangan lain. Menurutnya, ada satu liga yang jarang disebut tapi bisa memenuhi banyak kriteria untuk Salah.
"Liga itu bisa menyatukan semua minat potensialnya, yaitu Galatasaray atau Fenerbahce di Turki," ungkapnya.
"Mereka pilihan yang jelas. Kalau dia ingin sukses di negara Muslim, Turki adalah tempatnya. Dulu Nicolas Anelka merasakan hal itu saat bergabung dengan Fenerbahce. Pengalaman itu mengubahnya, baik secara sepak bola maupun pribadi."
"Plus, kamu bisa dapat gaji terbesar di Eropa di sana. Memang tak sebanyak di Timur Tengah, tapi lebih besar dari klub Premier League mana pun, apalagi Serie A."
"Kamu juga bisa main Liga Champions dan dipuja di stadion yang selalu penuh. Kriteria-kriteria itu sepertinya cocok untuk Mo Salah. Kita jangan remehkan betapa diamnya dia soal masa depannya. Mungkin dia butuh waktu, mungkin sampai setelah Piala Dunia. Tapi kalau dia sudah memutuskan sesuatu, dia takkan diam-diam saja."
Spekulasi paling kuat selama ini memang Arab Saudi. Liga Pro Saudi sudah dihuni banyak bintang kelas dunia: Cristiano Ronaldo, Karim Benzema, bahkan mantan rekan setimnya, Sadio Mane.
Tapi ada satu hal yang mungkin jadi ganjalan. Di sana, kesempatan bermain di Liga Champions sangat kecil. Padahal, kompetisi itu punya arti besar bagi Salah. Dia sudah mencetak 48 gol di ajang tersebut. Meninggalkan panggung elit Eropa mungkin bukan hal yang mudah baginya.
Artikel Terkait
Jay Idzes Soroti Energi dan Taktik Baru John Herdman di Debutnya dengan Timnas Indonesia
Pelatih Bulgaria Buka Peluang Kembali Berkarier di Indonesia
Herdman Soroti Tiga Pemain Kunci untuk Persiapan Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
PSM Makassar Targetkan Lima Kemenangan Beruntun di April untuk Hindari Degradasi