Hingga pekan ke-21, statistik Tocantins bicara. Ia tak cuma top skor tim, tapi juga sudah mengumpulkan sembilan assist. Angka itu menegaskan satu hal: ia adalah pusat gravitasi serangan Laskar Sembada.
Tapi di balik performa individu, ada mimpi kolektif yang lebih besar.
Sejak awal musim, Tocantins tak pernah sembunyi-sembunyi soal ambisinya.
"Kami ingin meraih poin kemenangan sebanyak mungkin… kami ingin kembali ke Liga 1," tegasnya.
Kini, pernyataan itu mulai terasa nyata. Bukan lagi sekadar janji.
Optimisme itu makin kuat ketika PSS mulai dibandingkan dengan tim-tim berkelas seperti PSIS Semarang atau Persipura Jayapura. Keduya punya sejarah dan mental juang di level tertinggi. Namun sekarang, PSS merasa punya 'amunisi' untuk tak cuma sekadar bersaing, tapi mungkin melampaui.
Bahkan, standar yang mereka pasang kini lebih tinggi. Mereka berani membandingkan diri dengan klub mapan macam Persebaya Surabaya. Ini lompatan mental yang krusial. Sebab, sebelum bersaing di lapangan, sebuah tim harus percaya dulu bahwa mereka layak berada di level itu.
Jalan tentu masih panjang.
Kompetisi belum berakhir. Tantangan akan makin berat. Cedera, tekanan, naik-turun performa adalah bagian tak terpisahkan dari maraton liga. Tapi dengan fondasi yang mulai kokoh fisik terjaga, mental segar, plus pemain kunci yang konsisten PSS punya alasan untuk bernapas lega.
Di Sleman, harapan itu bukan lagi angan-angan.
Ia hidup di setiap sesi latihan, mengalir dalam setiap pertandingan, dan pelan-pelan membentuk sebuah keyakinan bersama: bahwa pulang ke kasta tertinggi bukanlah mimpi di siang bolong.
Dan kalau momentum ini bisa dipertahankan, siapa tahu? Laskar Sembada bisa datang bukan cuma sebagai penantang promosi, tapi sebagai pesaing serius bagi mereka yang selama ini dianggap lebih mapan.
Artikel Terkait
Mercedes Incar Hattrick, Ferrari Siap Gagalkan Dominasi di F1 GP Jepang 2026
Veda Ega Pratama Perkuat Julukan Baby Alien Usai Catat Lap Tercepat di Moto3 Brasil
Persebaya Evaluasi Lini Belakang, Rekrut Kiper Baru Jadi Opsi
Bayern Munich Tegaskan Michael Olise Tak Dijual, Kontrak Hingga 2029